COPING REMAJA AKHIR TERHADAP PERILAKU SELINGKUH AYAH

Alfan Nahareko

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v11i1.1629

Abstract

Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab ketidak harmonisan dalam keluarga. Remaja yang menjadi korban perilaku selingkuh ayah banyak sekali mengalami masalah psikologis dalam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pemilihan strategi Coping yang tepat dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi remaja akhir terhadap perilaku selingkuh ayah. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui dinamika psikologis dan starategi Coping yang dilakukan remaja akhir dalam menghadapi perilaku selingkuh ayah. Adapun sampel penelitian ini adalah remaja akhir yang memiliki ayah dengan perilaku selingkuh dan bertempat tinggal di Jakarta Barat. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, yaitu terdiri dari 4 orang informan utama dua pria dan dua wanita dengan berdasarkan karakteristik sebagai berikut; a) remaja akhir berusia antara 18 sampai 24 tahun; b). belum menikah; c). berdomisili di Jakarta Barat; 4 orang informan pendukung dan 2 orang remaja awal satu pria dan satu wanita berusia antara 12 sampai 15 tahun. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis induktif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis remaja terhadap perilaku selingkuh ayah adalah marah dan sedih dengan perilaku selingkuh ayah. Strategi Coping yang digunakan remaja akhir dalam menghadapi perilaku selingkuh ayah adalah Problem Focused Coping, dimana remaja akhir bercerita dengan orang-orang terdekat, sedangkan pada remaja awal melakukan Emotional Focused Coping, dimana remaja awal hanya menangis dan merenung dalam menghadapi masalah.

Full Text:

PDF

References

Atkinson, R, Smith, E, & Bem, D. (1997). Pengantar Psikologi. Diterjemahkan oleh Dr. Widjaya Kusuma. Batam : Interaksara.

Bramantyo. (2002). Hubungan Antara Pendidikan Seks dari Orang Tua dengan Pengendalian Perilaku Seksual Remaja. Skripsi (tidak diterbitkan). Surakarta: Fakultas Psikologi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Brown, E. (1997). Types of affairs. http: // www. Affairs-help.com/ 1 five types. Html/.Departemen Agama RI (2005). Fenomena yang terjadi dalam kasus perselingkuhan. http:/ /www.google.com/search?hl=id&lr=&q=pdf Diakses pada tanggal 10 Januari 2009.

Layton-Tholl, D. (2000). extramarital affairs : what is the allure? Article :posted in the america online extramarrital affairs forum. http : //members. Ad. com/ affairlady/ affair. Html.

Medved, D. (1998). Do kids ever reciver completely from a parent’s Affair. Denver : Crystalinks.

Mu’tadin. (2002). Strategi Coping (on-line). Diperoleh dari http //: www.e.psikologi.com. Diakses 27 Oktober 2008. Pramudi, A dan Lasmono, H. (2003). Coping Stress pada Etnik Bali, Jawa, dan Sunda. Journal Anima Indonesia Psikological. Vol 18, No 4, 326-340. Nasution. (1992). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung : Tarsim.

Nugrahini, Ethika. (2006). Strategi Coping Menghadapi Pidana Mati pada Terpidana Mati. Skripsi (tidak diterbitkan). Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rodriguez, H &Arnold, C. (1998). A Snapshot Children & Divorce. New York : Center For Law and Social Policy.

Tiara, S. (1993). Hubungan Stres Kerja Dengan Perilaku Selingkuh Pada Suami. www. Google.com.http://www.skripsitesis.com.Pdf- Doc.Htm. Diakses 5 November 2008.

Zeidner, M & Endler, S. (1996). Handbook of coping: Theory, research, application. New York : John Wiley & Sons.

Article Metrics

Abstract view(s): 650 time(s)
PDF: 503 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.