PERILAKU MENYONTEK DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI

Anugrahening Kushartanti

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v11i2.1658

Abstract

Kepercayaan diri adalah suatu bagian dari kehidupan yang unik dan berharga. Dengan kepercayaan diri yang dimiliki diharapkan ketika menyelesaikan tugas atau ujian di sekolah, siswa akan percaya pada kemampuan yang dimiliki sehingga perilaku menyontek dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Hipotesis yang diajukan oleh penulis adalah ada hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Surakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini cluster non random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kepercayaan diri dan skala perilaku menyontek. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 15.00 dengan analisis product moment untuk mengukur hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil analisis data menunjukkan ada koefisien korelasi (r) sebesar -
0,425 dengan p = 0,000 (p<0,01), yang artinya terdapat hubungan negatif yang sangat sigifikan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek. Hal ini berarti variabel kepercayaan diri dengan segala aspek di dalamnya dapat digunakan sebagai prediktor untuk mengukur perilaku menyontek, artinya semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin rendah perilaku menyontek.

Full Text:

PDF

References

Admin. (2004). Masalah Menyontek (Cheating) di Dunia Pendidikan. (dalam http:// www.asmi.ac.id/artikel.asp.htm/, diakses 7 Maret 2008).

Amriel, Reza Indragiri. (2008). Ada Psikopat di Sekolah. (http://klubguru.com/view.php.htm/ , diakses 20 Januari 2009).

Azwar, Saifuddin. (2003). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta:Pustaka Pelajar Offset.

Hadi, S. (2004). Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta:Andi Offset.

—————. 2000. Statistik. Jilid Kedua. Yogyakarta:Andi Offset.

Hakim. T. (2002). Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri, Jakarta:Purwa Suara.

Haryono, W., dkk.. (2001). Perilaku Menyontek Ditinjau dari Persepsi terhadap Intensitas Kompetisi Dalam Kelas dan Kebutuhan Berprestasi. Jurnal Psikodimensia. Volume 2.

No. 1, September-Desember 2001. Semarang:Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata.

Irawati, Intan. (2008). Budaya Menyontek di Kalangan Pelajar. (dalam http:// www.kabarindonesia.com/, diakses 2 Mei 2009).

Laseti. (2009). Fenomena Menyontek. (dalam http:/ /smanja-kebumen.blogspot.com/2009/03/ fenomena-menyontek.html, diakses 13 Mei 2009).

Lauster, P. (1992). Tes Kepribadian (Terjemahan : D.H.Gulo). Jakarta:PT. Gramedia Pustaka.

Musslifah, A. Rachmawati. (2008). Perilaku Menyontek Siswa Ditinjau dari Kecenderungan Locus of Control. Skripsi

(tidak diterbitkan). Surakarta:Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Santrock, J. W. (2003). Adolescence Perkembangan Remaja. Erlangga:Jakarta.

Article Metrics

Abstract view(s): 9016 time(s)
PDF: 5053 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.