Pengaruh Pelatihan Regulasi Emosi Terhadap Kebahagiaan Remaja Panti Asuhan Yatim Piatu

Siti Aesijah, Nanik Prihartanti, Wiwien Dinar Pratisti

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v1i1.1792

Abstract

Kebahagiaan merupakan gambaran emosi positif dan negatif (afektif) dan kepuasan hidup seseorang terhadap keseluruhan kehidupan. Hasil dari studi awal yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa kehidupan anak di panti asuhan cenderung mengalami emosi negatif dibanding emosi positif, serta sering mengeluhkan kehidupannya. Terdapat beberapa intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan emosi positif dan kepuasan hidup, salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan emosi negatif dan meningkatkan emosi positif sekaligus meningkatkan kepuasan hidup adalah dengan pelatihan regulasi emosi. Pelatihan regulasi emosi berisi memonitor emosi, mengevaluasi emosi dan memodifikasi emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap kebahagiaan remaja panti di Panti Asuhan Anak Yatim Piatu Daarul Hadlonah YKMNU Kendal. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan desain Randomized Control Group Pretest-Pots Tets Design. Subjek penelitian ini adalah remaja panti asuhan yatim piatu berusia 13-16 tahun, jumlah subjek 19 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan regulasi emosi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kebahagiaan remaja panti asuhan yatim piatu.

Kata kunci: kebahagiaan, regulasi emosi, yatim piatu

References

Bonnano, G.A. & Mayne, T.J. (2001). Emotion Current Issues and Future Direction. New York. The Guilford Press.

Diener, E. & Suh, E.M.(2000). Culture and Subjective Well Being. MIT Press.

Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2009). Subjective Well-Being: The Science of Happiness and Life Satisfaction. In C. R. Snyder & S. J. Lopez (Eds.), The Handbook of Positive Psychology

Diener, Suh, dan Oishi. (1997). Recent Findings on Subjective Well‐Being. Indian Journal of Clinical Psychology,March.

Garnefski, N., Kraaj, V., & Spinhoven, P. (2001). “Personality and Differences 30, Netherlands. Pergamon

Goleman, D. (2002). Emotional Intelligence : Mengapa EI lebih Penting daripada IQ. Jakarta: Gramaedian.

Gross, J.J. & Thompson, R.A. (2006). Emotion Regulation: Conceptua Foundation. In J.J. Gross (ed). Handbook of Emotion Regulation. New York: Guilford Press.

Hartini, N. (2001). Karakteristik Kebutuhan Psikologi Pada Anak Panti Asuhan. Insan Media Psikologi, 3(2), 109-118.

Hurlock, E.B., (1995). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Mulyati, R. (1997). Kompetensi Interpersonal pada Anak Panti Asuhan dengan Sistem Pengasuhan Tradisional Dan Anak Panti Asuhan dengan Sistem Pengasuhan Ibu Asuh. Jurnal Psikologika, II (4), 24-35.

Musslifah, A.R. (2013). Pengaruh Pelatihan Karem pada Mahasiswa dengan Kecenderungan Prokrastinasi Akademik. Tesis. (Tidak Diterbitkan). Surakarta : Program Pendidikan Magister Profesi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nugraheni, W.R. (2011), Pengaruh Pelatihan Pengendalian Emosi Terhadap Kecenderungan Agresi Pada Tunalaras. Tesis. (Tidak Diterbitkan). Surakarta : Program Pendidikan Magister Profesi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Syahadat, Y.M. (2013). Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Menurunkan Perilaku Agresif Anak. Purus Baru Padang : Jurnal Humanitas Vol X No.1.

Santrock, J.W. (2007). Perkembangan Anak. Jilid 2. Jakarta : Erlangga

Wuryanano. (2007). The 21 Principle to Build and Develop Fighting Spirit. Jakarta: PT. Elek Media Komputindo.

Article Metrics

Abstract view(s): 546 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 462 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.