Profil Kepribadian Santri Tahfidzul Qur’an

Dara Aini Utami, Wisnu Sri Hertinjung

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v4i1.3053

Abstract

Saat ini banyak bermunculan lembaga pendidikan yang menawarkan program khusus menghafal Qur’an yang dikenal dengan istilah Tahfidzul Qur’an. Salah satunya adalah pondok pesantren. Selain menghafal Al-Qur’an, para santri Tahfidzul Qur’an memiliki tanggung jawab moral yang lebih sebagai orang yang dianggap baik akhlak maupun lisannya dalam kehidupan seharihari. Hal ini dikarenakan Al-Qur’an dapat dijadikan pengontrol tingkah laku seseorang, bagaimana seseorang bersikap, bertutur kata serta berkepribadian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor kepribadian pada santri Tahfidzul Qur’an yang diperoleh melalui inventory kepribadian Sixteen Personality Factor (16 PF), yang disusun oleh Raymond B Cattel. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang santri yang berusia minimal 16 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode testing dengan alat inventory 16 PF. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Karakteristik kepribadian yang dimiliki oleh para santri secara keseluruhan hampir sama, namun pada santri laki-laki dan perempuan terdapat beberapa faktor yang unik. Karakteristik kepribadian yang unik dari santri laki-laki adalah mereka mempunyai factor I (Sensitive) dan factor E (Dominance) yang rendah. Sementara karakteristik kepribadian yang berbeda untuk santri perempuan menunjukkan factor M (Imagination) dan factor Q4 (Tension) yang tinggi.

Katakunci: kepribadian; santri; tahfidzul qur’an; 16 PF

 

Currently, there are many educational institutions that offer special programs to memorize Qur’an known as Tahfidzul Qur’an. One of them is a boarding school. In addition to memorizing the Qur’an, the Tahfidzul Qur’an students have a greater moral responsibility which are considered good morals nor attitude in everyday life. This is because the Qur’an can be used as control of person’s behavior that influence their personality. This research use a quantitative descriptive method. The purpose of this research is to understand the Tahfidzul Qur’an student’s personality factor. Instrument to asses the personality is Sixteen Personality Factor (16 PF) inventory which was compiled by Raymond B Cattel. The informants are 60 students with 16 years minimum ages. In general, the students has almost similarities personality characteristic. There are some unique and different factors among female and male students. Unique personality characteristics of male students is that they have the factor I (Sensitive) and factor E (dominance) is low. While different personality characteristics of female students show factor M (Imagination) and Q4 factor (Tension) high.

Keywords: personality; student; tahfidz qur’an; 16PF

Full Text:

PDF

References

Ahyani, L. N., & Asmarani, S. M. (2012 ). Kecemasan akan Kegagalan, Dukungan Orangtua, dan Motivasi Belajar Pada Siswa di Pesantren . Proyeksi Vol. 7, No. 1 , 87-98.

Ali, M., & Asrori, M. (2008). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik . Jakarta : Bumi Aksara.

Aziz, R. (2006 ). Studi Tentang Kreativitas Pada Siswa Seklolah Menengah Pertama di Kota Malang. Psikoislamika Vol 3, No. @ , 239-254.

Azwar, S. (2012). Metodologi Penelitian . Jakarta : PT Grasindo.

Cervone, D., & Pervin, L. A. (2011). Kepribadian Teori dan Penelitian . Jakarta : Salemba Humanika .

Creswell, J. W. (2013). Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed Edisi Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Djalali, M. (2004). Tipe Kepribadian Kode Warna dan Kreatifitas. Jurnal Psikologi Anima Vol. 20 No 1 .

Dumitru, V. M., & Cozman, D. (2012). The Relationship Between Stress and Personality Factors. International Journal of The Bioflux Society Vol. 4, No. 1 , 34-38.

Fuad, M. (2015 ). Model Pengembangan Kepribadian Muslim di Pesantren (Studi Etnografis di Pondok Pesantren Kota Purwokerto). Naskah Publikasi .

Hasni, Y. (2010, September 25). Jumlah Penghafal Alquran Indonesia Terbanyak di Dunia . Dipetik Maret 20, 2016, dari republika.co.id: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/10/09/24/136336-jumlah-penghafal-alquran-indonesia-terbanyak-di-dunia

Hurlock, E. (2003). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Ismail, K., Anwar, K., Ahmad, S., Selamat, J., & Ahmad, A. (2013). Personality Profile of Students Council : A Comparative Study Between Genders. Asian Social Science Vol. 9, No. 4 , 78-79.

Jaenudin, U. (2012). Psikologi Kepribadian. Bandung: Pustaka Setia .

Jalal, F. (2001). Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah . Yogyakarta : Adicita Karya Nusa.

Lestari, R. M. (2015). Studi Deskriptif Metode Menghafal Qur'an dan Manajemen Kepribadian Santri . Naskah Publikasi .

Mills, T. S., & Rosiana, D. (2014). Hubungan Antara Self Control dan Flow Pada Santri Tahfidz Qur'an X Bandung . Prosiding Psikologi .

Munandar, S. (1977). Creativity and Education . Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Purwati. (1993). Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dengan Penyesuaian Diri Remaja. Tesis , Yogyakarta : Program Pascasarjana Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Sanusi, U. (2012 Vol. 10, No. 2). Pendidikan Kemandirian di Pondok Pesantren (Studi Mengenai Realitas Kemandirian Santri di Pondok Pesantren Al-Istiqlal Cianjur dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tasikmalaya). Jurnal Pendidikan Agama Islam , 123-139.

Setiawan, Y. (2014). Kesempurnaan Cinta dan Tipe Kepribadian Kode Warna . Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 01 .

Sobur, A. (2003). Psikologi Umum . Bandung : Pustaka Setia .

Syah, M. (2013). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Press.

Article Metrics

Abstract view(s): 216 time(s)
PDF: 56 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.