PEREMPUAN DAN HAK REPRODUKSI

Miwa Patnani

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4548

Abstract

Fungsi reproduksi merupakan salah satu keistimewaan yang dimiliki kaum perempuan. Reproduksi merupakan proses yang sangat penting dalam kelangsungan regenerasi umat manusia. Oleh karena perempuan sebagai pengemban utama fungsi reproduksi, maka sudah seharusnya penghargaan yang tinggi diberikan pada kaum perempuan. Pada kenyataannya, perempuan merupakan pihak yang paling rentan terhadap tindak kesewenang-wenangan. Selama ini hak-hak perempuan yang berkaitan dengan fungsi reproduksi belum mendapatkan perhatian yang semestinya. Nasib perempuan yang selalu dipinggirkan tidak bisa dilepaskan dari dominasi kaum laki-laki yang merupakan imbas dari budaya patriakal yang selama ini dianut. Oleh karena itu untuk mengatasi ketimpangan tersebut, pembongkaran budaya merupakan solusi yang paling mungkin untuk dilakukan.

References

Hadi, A.A. 1999. Islam dan Hak Reproduksi Perempuan: Perspektif Etika. Dalam Hasyim, S. (Editor). Menakar Harga Perempuan. Bandung: Mizan.

Mahfudz, S. 1999. Islam dan Hak Reproduksi Perempuan: Perspektif Fiqih. Dalam Hasyim, S. (Editor). Menakar Harga Perempuan. Bandung: Mizan.

Mas'udi, F.M. 1997. Islam dan Hak-hak Reproduksi Perempuan. Dialog Fiqih Pemberdayaan. Bandung: Mizan.

Sobary, M. 1999. Perempuan dalam Budaya: Dominasi Simbolis dan Aktual Kaum Laki-laki. Dalam Hasyim, S. (Editor). Menakar Harga Perempuan: Bandung: Mizan.

Susilawati, H. D. 1993. Berbagai Persoalan Kesehatan Reproduksi Perempuan. Dalam Ridjal, F dkk. (Editor). Dinamika Gerakan Perempuan di Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogyakarta.

Wajidi, F. 1993. Perempuan dan Agama: Sumbangan Riffaat Hassan. Dalam Ridjal, F dkk (Editor). Dinamika Gerakan Perempuan di Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogyakarta.

Article Metrics

Abstract view(s): 484 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 139 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.