PERILAKU SEKSUAL WABAL DITINJAU DARI EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK DAN LOCUS OF CONTROL

Chira Magdalena

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4560

Abstract

Munculnya fenomena wanita baulan (wabal) yang berkaitan dengan perilaku seks bebas di kalangan remaja di kota-kota besar senantiasa menjadi permasalahan yang tidak pernah berhenti menjadi pembicaraan. Perilaku seks bebas ini terjadi pada remaja-remaja sekolah usia muda dan belum menikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai latar belakang perilaku seks bebas remaja putri yang disebut sebagai wabal, khususnya dilihat dari faktor efektivitas komunikasi orang tua-anak, dan locus of control. Sampel penelitian ditentukan secara purposive incidental sampling, melibatkan 12 orang subyek yang ditemui di daerah Kartasura. Melalui metode observasi, interviu dan angket diperoleh hasil bahwa sebagian besar subyek memiliki locus of control yang cenderung eksternal, komunikasi dengan orang tua kurang efektif.

References

Coop, R.H dan White, K. 1974. Psychological Concepts in The Classroom. New York: Harper and Row Publishers

Jung, J.1978.Understanding Human Motivation on Copgnitive Approah. New York: Mc Millan

Munandar, A.S. 1980. Locus of control pada Para Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI. Makalah. Konggres ISPSI Yogyakarta

Muninjaya, A.A.G. 1995. Aids dan Remaja. Jakarta: Jaringan Epidemiologi Nasional

Nitimiharjo, C. 2000. Peran Sistem Kepribadian dan Lingkungan dalam Perilaku Prostitusi. Jurnal Psikologi No 5 (1) hal. 56-63

Rakhmat, J. 1991. Psikologi Komunitas. Bandung: CV Remaja Rosda Karya

Setiawan, R. 1996. Pemahaman tentang Seks kaitannya dengan sikap terhadap hubungan seks pra nikah. Skripsi. Fakultas psikologi UMS

Suardiman. 1989. Komunikasi dan Perubahan Mental. Yogyakarta: Studying

Yarmanto, W. 1998. ABG Generasi Cuek. Gatra Edisi 7 tahun IV Hal. 22-30

Article Metrics

Abstract view(s): 786 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 192 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.