KEMAMPUAN KOMUNIKASI IBU-ANAK TENTANG SEKSUALITAS DITINJAU DARI TINGKAT PENGETAHUAN IBU

sri Lestari, eny purwandari

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4620

Abstract

Kajian mengenai pendidikan seksualitas terhadap remaja menunjukkan bahwa peran keluarga masih rendah. Hambatan utama yang dialami oleh orangtua dalam menjalankan peran sebagai pendidik seksualitas adalah kurangnya informasi yang akurat tentang seksualitas dan kurangnya kemampuan dalam mengkomunikasikannya dengan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara tingkat pengetahuan ibu tentang seksualitas dengan kemampuannya mengkomunikasikan seksualitas pada anak. Tingkat pengetahuan ibu diukur dengan skala pengetahuan seksualitas, dan kemampuan komunikasi dengan skala kemampuan komunikasi. Subjek penelitian berjumlah 78 orang ibu yang diambil dengan teknik purposive random sampling. Ciri-ciri yang diberlakukan untuk subjek adalah berpendidikan SMA ke atas dan memiliki anak yang masih bersekolah di SD. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan alat bank komputer program SPS 2000 dengan teknik analisis uji korelasi product moment. Hasil analisis diperoleh nilai r = 0.266, r2 = 0.071 dan p = 0.017. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kemampuan komunikasi. 

References

Allgeier, E.R., and Allgeier, A.R. (1991). Sexual Interactions. Third Editition. Massachusetts: D.C. Health and Company.

Atwater, E. (1992). Adolescence. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall.

Azwar, S. (1998). Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Liberty.

Bruess, C.E., and Greenberg, J.S. (1981). Sex Education: Theory and Practice. California: Wadsworth Publishing Company.

DeVito, J.A. (1995). The Interpersonal Communication Book. Seventh Edition. New York: Harpers Collins College Publishers

Faturochman & Soetjipto, H. (1989). Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Kesehatan Reproduksi Remaja. Laporan Penelitian (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

Fisher, T.D. (1987). Family Communication and the Sexual Behavior and Attitudes of College Students. Journal of Youth and Adolescence, Vol. 16, No. 5, 481-495

Fitrisia. (2000). Pendidikan Seksualitas pada Anak: Si Kecil Ingin Tahu, Orangtua Jangan Malu dalam Keluarga Kunci Sukses Anak. Editor: Sintha Ratnawati. Jakarta: Penerbit Kompas.

Hastuti, L.W. (1994). Penerimaan Diri terhadap Menstruasi pada Remaja Awal Ditinjau dari Keikutsertaan dalam Pendidikan Reproduksi. Skripsi. (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.

Johnson, D.W. & Johnson, F.P. (2000). Joining Together: Group Theory and Group Skills. Seventh Edition. Boston: Allyn and Bacon

Jones, G.W. (1998). Approaches to Understanding Sexuality and Reproductive Health. The Fourth Asia Pasy’ic Social Science and Medicine Conference. Yogyakarta.

Michels, D., & Brown, S. (1995). Making Sense of Sex: The Diary and The Hotline Project. Reproductive Health Matters, 5, 28-36.

Mudijana, D. (1993). Need Assessment Reproduksi Sehat Remaja di Kodya Yogyakarta. Makalah. (tidak diterbitkan) Yogyakarta.: Kerjasama YKB dengan Kantor Menteri Kependudukan BKKBN.

Perkins, E.R., Simnett, I., dan Wright, L. (1991). Evidence-Based Health Promotion. Chichester: John Wiley and Sons.

UNFPA. (1995). The State of World Population.

Wahyuni, B. (1995). Pelayanan Kesehatan Reproduksi: Sebuah Pengalaman PKBI DIY. Yogyakarta: PKBI DIY.

Article Metrics

Abstract view(s): 115 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 32 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.