Perjuangan Hidup Pengungsi Kerusuhan Etnis

Ranie Ayu Hapsari, Usmi Karyani, Taufik Taufik

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku koping dan dinamikanya pada pengungsi ketika menghadapi kondisi yang menyedihkan, menekan, dan memprihatinkan. Subjek penelitian ini adalah suku Madura yang mengungsi ke Sampit Kalimantan Tengah yang disebabkan adanya konflik. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi pada 2 pria dan 2 wanita yang ditentukan melalui purposive non random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk perilaku koping dikelompokkan menjadi 7 kategori dan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kesehatan mental, dan terjadi perubahan perilaku koping setelah pengungsi berada sedikitnya 1 tahun di Madura.

References

Aldwin, C.M & Revenson, T.A. (1987). Does Coping Help? A Rexamination of The Reaction Between Coping and Mental Health. Journal of Personality and Social Psychology, Vol 53, No:2, 337-348.

Billings, D.W & Moos, R.H. (1984). Coping, Stress and Social Resources Among Adult With Unipolar Depression. Journal of Personality and Social Psychology. Vol.2, No:46, 877-891.

Carver, C.S, Weintroub, J.K and Scheiner, M.F. (1989). Assesing Coping Strategies: A Theoritically Based Approach. Journal of Personality and Soscial Psychology. Vol.65, No:2, 267-283.

Cheng, C. (2001). Assesing coping Flexibility in Real Life and Laboratory Settings A Multimethod Approach. Journal of Personality and Soscial Psychology. Vol.80, No:5, 814-833.

Dewi, E.Y. (2002). Hubungan Antara Tingkat Kestabilan Emosi dengan Perilaku Koping pada Masa Lanjut Usia. Skripsi. (tidak diterbitkan). Surakarta: Fakultas Psikologi Univeristas Muhammadiyah Surakarta.

Lebang, T. (2001). Menari di atas Derita Pengungsi. Tempo 11 Maret 2001. Hal 25.

Laksono, K. (2002). Anak-anak dan Masa Depan, Di antara Warga Baru Indonesia Bernama Pengungsi. Dalam ST. Sularto (editor). Seandainya aku Bukan Anakmu: Potret Kehidupan Anak Indonesia. Jakarta: Kompas.

Office for the Coordinations of Humanitarian Assistance. (1999). Handbook for Applying The Guiding Principles on Internal Displacement. Washington DC: The Brookings Institution.

Parry, G. (1992). Coping with Crises. New York: The British Psychological Society and Routledge Ltd.

Patnani, M. (1999). Kekerasan Fisik terhadap Anak dan Stretegi Koping yang Dikembangkan Anak. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Unverisitas Gadjah Mada.

Pestanjee, D.M. (1992). Stress and Coping. The Indian Experience. New Delhi: Sage Publications.

Sarafino, E.P. (1997). Health Psychology, Biopsychological Interactions. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Smet, B. (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: PT. Grasindo.

Solomon, Z, Mario, M & Avit, Z.E. (1998). Coping Locus Control, Social Propective Study. Journal of Personality and Social Psychology, Vol.3, No:55, 279-285.

Susilowati, N. (1998). Hubungan Antara Depresi dan Tingkah Laku Koping pada Masa Lanjut Usia. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

www.sekitarkita.com. (2002). Kilasan tentang IDP’s dan Refugees di Indonesia Diperoleh dari www.sekitarkita.com.

Zulkifli, A & Lebang, T. (2001). “ Orang-Orang yang terusir.” Tempo 11 Maret 2001, hal 27-28.

Article Metrics

Abstract view(s): 151 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 71 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.