Keefektifan Psikoterapi Untuk Menurunkan Skor Kecemasan Pasien Gangguan Anxietas

Aris Sudiyanto

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4643

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk membuktikan keefektifan psikoterapi mengurangi (menurunkan skor) kecemasan dan membandingkan keefektifan terapeutik antara psikoterapi dan kombinasi psikoterapi –farmakoterapi dalam penurunan skor kecemasan. Subjek penelitiannya 70 pasien gangguan anxietas dengan kriteria inklusi skor kecemasan T-MAS 22 atau lebih dari kriteria eksklusi menderita penyakit fisik atau cacat tubuh, penyalahguna NAPZA, gangguan kepribadian, dan psikosis, dibagi menjadi 2 kelompok penelitian, yaitu kelompok psikoterapi dan kelompok kombinasi psikoterapi –farmakoterapi dengan jumlah kelompok masing-masing 35 pasien. Rancangan penelitiannya adalah randomized two groups pre and post test design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Taylor Manifest Anxienty Scale (T MAS) dan Lie Scale Minnesota Multiphasic Personality Inventory ( Skala L-MMPI). Kesimpulannya adalah psikoterapi dapat menurunkan skor kecemasan secara bermakna mulai minggu IV. Kombinasi psiko-terapi dan psikofarmaka secara bermakna dapat menurunkan skor kecemasan mulai minggu 1 pengobatan. 

References

Achte, K., Tamminen, T., & Laaksonen, R (1989), Many Faces of Panic Disorder, Clinical Psychopathology Symposium. Finland: World psychiatric association

Aris Sudiyanto (1998). Gangguan Seksual dan Perilaku Remaja Akibat Narkoba. Surakarta: bagian psikiatri FK UNS/Rs. Dr.Moewardi

_______. (1999). Perbandingan Efektivitas Terapeutik Psikoterapi Dan Farmakoterapi Untuk Menurunkan Skor Kecemasan, Surakarta: Bagian Psikiatri FK UNS/ RS. Dr. Moewardi

Ebert, M. H., Loosen, P.T., & Nurcombe, B. (2000). Current Diagnosis & Treatment in Psychiatry. New York: Large Medical Books

Elvira, S.D. (1998). Transferensi dan kontratranferensi, Jiwa 2: 95-7.

Frances, A. (1998). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder –IV, Washington: American Psychiatric Association

Greenblatt, D.J., Moltke, L.L., Harmatz, J.S., Ciraulo, D.A., & Shader, R.I. (1993).

Alprazolam Pharmacokinetict, Metabolism, and Plasma Levels: Clinical Implication, J Clin Psychiatry. 54:10 Suppl. 4-11.

Gunarso, S.D. (1996). Konseling dan psikoterapi, PT. BPK. Jakarta: Gunung Mulia

Hardiman, A. (1988). Stress dan upaya penanggulangannya, Jiwa, 1: 1-10

Irawan, E. (1988). Induksi Panik dengan Natrium Laktat. Jiwa, 1:59-64.

Kaplan, H.I., Sadock, B. J. (1989). Comprehensive Texbook of psychiatry. Baltimore: willliams & Wilkins

________. (1993). Pocket Handbook of Clinical Psychiatry. Baltimore: Williams & Wilkins

________. (1996). Sypnosis of Psychiatry VII, Baltimore: Williams & Wilkins.

Mangoendiwirjo, D. (1982). Kecemasan dalam Hubungannya dengan Kehidupan Seksual dan Orang tua. Jiwa 4 : 55-68.

Muljohardjo, H. (1982). Kecemasan dalam Praktek Sehari-hari, Jiwa, 4: 43-54.

Pedersen, V. (2002). Psychotrophics 2002/2003, Allerod: Lunbeck Institute

Prawirohusudo, S. (1988). Mianserin dan Kecemasan, Simposium Neurotransiter, Ujung Pandang: Kongres Nasional I IDAJI

Rimcus, J. H. & Jucker. G. (2003). Behavioral Neurology, 4th Ed., New York: Oxford University Press

Rusdi Maslim (2001). Penggunaan Klinis Obat Psikoterapik, Jakarta.

Sapil, T.A (1988). Kaitan antara Stresor Psikososial pada Penderita Neurosis Cemas Suku Sunda Cisalengka dengan adat Istiadat Sunda. Jiwa, 1: 11-16.

Setyonegoro,K. & Iskandar, Y. (1980). .Anxietas: pendekatan Klinik, Biokimia, dan Farmakologi. Jakarta: Yayasan Dharma Graha.

Setyonegoro, K., Yul Iskandar, Salan, R., & Musadik, K. (1984). Obat-obat yang Dipakai Dibidang Kesehatan Jiwa. Jakarta : Yayasan Dharma Graha.

Wicaksono, I (1992). Anxietas pada Wartawan Anggota PWI Cabang Yogyakarta, Yogyakarta: Fakultas Kedokteran UGM

Indigenous, Jurnal Berkala Ilmiah Berkala Psikologi Vol. 7, No 2, Nopember 2005: 158-170

Pegangan Dokter. Jakarta : Yayasan Dharma Graha

Article Metrics

Abstract view(s): 1386 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 447 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.