FENOMENA TERAPI RUQYAH DAN PERKEMBANGAN KONDISI AFEKSI KLIEN

Sigit Dwi Setyawan, Yadi Purwanto

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4657

Abstract

Salah satu terapi religius dalam kehidupan uamt Islam adalah ruqyah. Ruqyah pada dasarnya adalah doa dan dzikir kepada Allah SWT dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan hadits. Ruqyah tidak hanya ditujukan untuk penyembuhan gangguan jiwa, tetapi juga untuk penyakit fisik dan segalakondisi yang menimpa manusia. Informan penelitian ini berjumlah empat orang, mereka adalah seorang terapis alternatif terapi ruqyah dengan keluhan gangguan-gangguan psikologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan tes psikologi sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis induktif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pribadi dan keluaraga sangat berperan dalam pengambilan keputusan individu yang menentukan apakah dia akan menjalani terapi ruqyah atau tidak, ada peningkatan kondisi afeksi yang cukup signifikan pada diri individu dari pra terapi dengan pasca terapi.

References

www.SyariahOnline.com

www.yahoo.com.alhikmah

www.yahoo.com.boomline

www.yahoo.com.pengobatanalternatif

Abdullah. (2004). Fatwa-fatwa Tentang Ruqyah dalam Fatwa-fatwa Terkini (Terjemah). Jakarta: Darul Haq.

Adz-Dzaky. (2004). Konseling dan Psikoterapi Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.

Agustini, C. (2004). Pengalaman Puasa dengan Kesehatan Mental Santri Kelas 2 MTs Pondok Imam Suhada Blimbing Polokarto Tahun 2003/2004. Skripsi (tidak diterbitkan).

Ahidin, M. (2003). Jaga Kesehatan Lewat Pemantapan Spiritual. Dipetik Oktober 12, 2005, dari www.Republika.co.id

Ahmad, P. Memahami Kesehatan Mental pada Pasien yang Diterapi Ruqyah di Kota Gede Yogyakarta. Jurnal Psikologi Islami , 1, No.1, 87-98.

Ali, M. (t.thn.). Terapi Ruqyah Terhadap Gangguan Jin. Skripsi.Universitas Muhammadiyah Surakarta.Tidak diterbitkan .

al-Jibrin, A. (2004). Bebrapa Sifat dan adab Orang yang Meruqyah dengan ruqyah syar'i dalam Fatwa-fatwa Terkini (Terjemah). Jakarta: Darul Haq.

Alsa, A. (2003). Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif serta Kombinasinya dalam Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Alwasilah, C. (2003). Pokoknya Kualitatif. Jakarta: PT Kiblat Buku Utama.

Amalia, A. (2004). Peran Agama dalam Membentuk Mental Remaja Al-Irsyat Al-Islamiyyah. Skripsi .

Aritanto, D. (2003). Terapi Gangguan Jin dengan Metode Ruqyah. Buku Kenangan konggres API 1.

Ash-Shayim, M. (2003). Dialog dengan Jin Kafir. Jakarta: Cendekia Sentra Muslim.

Bastaman. (1991). Psikologi Agama. Bandung: Sinar Bintang.

Burhanuddin, Y. (1999). Kesehatan Mental untuk Fakultas Tarbiyah Komponen KMM. Bandung: Pustaka Setia.

Corey, G. (1999). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. (E.Koeswara, Penerj.) Bandung: PT Refika Aditama.

Daradjat, Z. (1968). Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung.

Daradjat, Z. (1988). Peran Agama Dalam Kesehatan Mental. Jakarta: PT.Inti Idayu Press.

Dervic, K.; Oquendo, MA; Grunebaum, MF; Ellis, S; Burke, AK; Mann, JJ.;. "Religious Affiliation and Suicide Attempt" Am J Psychiatri 161:2303-8.

Dimensi Religi dalam praktek Psikiatrio dan Psikologi. (2002). Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Flick, U. (2002). An Introduction to Qualitative Research. London: SAGE Publications.

Gunarsa, S. (1992). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Hamdani, B. (2001). Psikoterapi Islam. Pustaka Pelajar.

Hawari, D. (1997). Ilmu Keedokteran dan Kesehatan Mental. Jakarta: Dana Bakti Primayasa.

Hawari, D. (2001). Pendekatan Holistik Pada Gangguan Jiwa Skizofrenia. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Jawas, Y. b. (2005). Ruqyah, Penyembuhan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam Majqalah As-Sunnah (Edisi 06/IX/1426/2005 ed.). Yayasan Lajnah Istiqamah, Surakarta.

Kartono, K. (2000). Hygiene Mental. Bandung: Mandar Maju.

Kartono, K. (1997). Patologi Sosial 3 Gangguan-Gangguan Kejiwaan. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.

Kendler, KS; Gardner, CO; Prescott, CA;. (1997). Religion, psychopatology, and Subtance Use and Abuse : A Multi Measure, Genetic-Epidemiologic Study. Am J Psychiatry 154:322-9 Kendler KS, Liu X-Q, Gardner CO, McCullough ME.

Khalik, A. (1996). Menolak dan Membentengi Diri dari Sihir. Pustaka Hidayah.

Langgulung, H. (1986). Teori-Teori Kesehatan Mental. Jakarta: Pustaka Al Husna.

Larson, DB, and Prescott , CA;. (2003 ). "Dimension of Religiousity and Their Relationship to Lifetime Psychiatric and Substance Use Disorders" Am J Psychiatry 160 : 496-503.

Maramis, W. (2004). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Airlangga University Press.

Masrobianti, V. (2004). Agama dan Hubungannya terhadap Kesehatan Mental Remaja. Skripsi .

Meichati, S. (1983). Kesehatan Mental. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Moeloeng, J. L. (1995). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Remaja Rosdakarya.

Muhammad. (2004). Kitab Tauhid. Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh.

Notosoedirdjo, M. L. (2005). Kesehatan Mental Konsep dan Penerapan. Malang: UMM Press.

Ogden, J. (2000). Health Psychology A text Book. Piladelphia: Open University Press.

Poerwandari, E. (1998). Pendekatan Kualitatif Dalam Penelitian Psikologi. Jakarta: LP3ES.

Smet, B. (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: PT.Gramedia.

Strauss, A. J. (2003). Dasar-dasar Penelitian Kualitatif . Yogyakarta: Pustaka Pelajar offset.

Subandi, A. (2003). Psikoterapi Pendekatan Konvensional dan Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sundari, S. (2005). Kesehatan Mental dalam Kehidupan. Jakarta: Renika Cipta.

Suprayoga, I. (2001). Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Bandung: CV Remaj Rosdakarya.

Taylor, V. (2005). Modern medicine treats disease with physical medicine only. Is this sufficient, or should we use ruqyah? Which of them is better? Diambil kembali dari www.islam-qa.com

Tsuang, MT; Williams, WM; Simpson JC; Lyons , MJ;. (2002). "Pilot Study of Spirituality and Mental Health in Twins". Am J Psychiatry 159 : 485-8 .

Van Ness, PH and Larson, DB;. (2002). "Religion, Senescence, and Mental Health, The End of Life is not The End of Hope". Am J Geriatr , 10:386-97.

Wahyudi. (1995). Integrasi Psikologi dengan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Widodo, E. (2000). Konstruksi Kearah Penelitian Deskriptif. Yogyakarta: avyrouz.

Yaki. (2005). Diambil kembali dari A.Pengobatan Menurut Islam: www.nursyifa.net

Article Metrics

Abstract view(s): 1824 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 408 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.