MEMBANGUN KURIKULUM PSIKOLOGI YANG BERWAWASAN ISLAM

Arif Wibisono Adi

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v2i2.4743

Abstract

Akibat kolonialisme Barat, di Dunia Islam dibangunlah sistem pendidikan Barat sekular yang semakin maju, sehingga timbul Universitas-universitas yang kemudian menghasilkan lulusan-lulusan yang ahli dalam disiplin ilmu tertentu, tapi yang buta sama sekali dengan khasanah Islam, banyak dari mereka justru mempunyai citra negatif terhadap agamanya sendiri, bahkan ada yang lebih Barat dari orang Barat sendiri. Di lain pihak, mereka yang tak setuju dengan sistem pendidikan sekular, tetap mempertahankan sistem pendidikan tradisional Islam, dan kurang mau menerima ilmu-ilmu baru sejalan dengan kemajuan jaman, sehinggal lulusannya ahli dalam ajaran-ajaran Islam khusus, tapi buta sama sekali dengan ilmu-ilmu baru yang timbul sebagai jawaban terhadap tantangan jaman. Terjadilah "gap" di antara keduanya. Timbullah kemudian dikhotomi dalam sistem pendidikan dan dualisme dalam kurikulum-kurikulum "Islam" dan kurikulum sekular- yang berbeda berbeda atau lebih tepat bertentangan satu sama lain. Kurikulum "Islam" untuk jangka waktu yang lama tidak diubah, seakan-akan menutup diri dari perubahan jaman dan tidak berhubungan dengan realitas dan modernitas. Hal ini sebagian karena konsevatisme dan penuh kecurigaan dari pemimpin-pemimpinnya, sebagian lagi memang rencana sekularis supaya lulusan-lulusan pendidikan Islam itu tidak merupakan saingan bagi mereka. Setelah Dunia Islam mencapai kemerdekaannya, keadaan bukn bertambah baik. Pemimpin-pemimpin bangsa kebanyakan lulusan pendidikan sekular, dan pendidikan Islam dibiarkan terbelakang terus. Fakultas-fakultas Psikologi di Indonesia yang mulai didirikan sejak tahun 1960-an, kurikulumnya sebagian besar mengacu pada pendidikan Barat sekular. Dengan semakin berkembangnya upaya islamisasi psikologi akhir-akhir ini, dipertanyakan kemudian bagaimana kira-kira kurikulum psikologi yang berwawasan Islam itu, apakah tetap sama, diperbaiki di sana sini, atau dirombak sama sekali? Makalah ini akan membahas sedikit permasalahan tersebut.


 

References

Al Faruqi, I.R. 1984. "Islamisasi Pengetahuan". Terj. : Anas Mahyudidin. Penerbit Pustaka, Bandung.

Arsyad, M.N. 1992. "Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah". Penerbit Mizan, Bandung.

Badri, Malik B., 1986. "Dilema Psikolog Muslim". Terj. : Siti Zainab Luxfiati. Pustaka Firdaus, Jakarta.

Ghulsyani, M. 1991. "Filsafat-Sains Menurut Al-Qur'an". Terj. Agus Effendi. Penerbit Mizan Bandung.

Hjelle, L.A. & Ziegler, D.J. 1976. "Personality". McGrawHill Kogakusha, Td., Tokyo.

Lodhi, M.A.K. 1987. "Islamization of Attitudes and Practices in Science and Technology". The International Institute of Islamic Thought, Virginia, USA.

Sardar, Z. 1986 "Rekayasa Masa Depan Peradaban Muslim" Terj. Rahmani Astuti. Penerbit Mizan, Bandung.

Article Metrics

Abstract view(s): 77 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 27 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.