SUKSESI SEBAGAI WUJUD PERENCANAAN KARIR

Susatyo Yuwono

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v4i2.4779

Abstract

Kasus konflik yang muncul dalam beberapa kali pergantian jabatan (suksesi) menunjukkan kurang lancarnya proses suksesi. Proses suksesi harus dipahami sebagai salah satu wujud perencanaan karir yang akan dialami oleh setiap orang. Suksesi juga harus dipahami sebagai usaha untuk melakukan penyegaran terhadap iklim kerja. Untuk itu dibutuhkan sistem manajemen karir yang baku, terbuka  (transparan) dan konsistensi sehingga karyawan memiiki gambaran yang pasti tentang jalur karir dan dapat memahami bagaimana proses pengembangan karirinya. Sistem ini akan memacu motivasi kerja karyawan karena ia memiliki harapan untuk mampu mencapai puncak karirnya. Proses kaderisasi berjalan sesuai jalur karir dimana atasan membimbing bawahan sebagai kadernya dan bawahan juga harus bekerja sesuai bimbingan atasan agar mampu menggantikan posisinya. Selain itu juga akan memunculkan keikhlasan dari pejabat untuk diganti sebab prosesnya dapat dipahami. Dengan demikian kemulusan proses suksesi dapat dipertahankan.

 

References

Bernardin, HJ; Russel, JHA. 1993. Human Resources Management. USA: Mc Graw Hill.

Hadi, E. 1996. Manajemen Sumber Daya Manusia. Makalah (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Lembaga Pendidikan Perkebunan Kampus Yogyakarta.

Hend. 2001. Surojo Bimantoro, Kapolri yang ‘Duel’ Versus Presiden. 2001. Minggu Pagi. Nomer 10 th 54 Minggu II Juni 2001 halaman 1.

Higgins, JM. 1982. Human Relations, Concepts and Skills. Toronto: Random House, Inc.

Stokes, GS; Mumford. MD; Owens, WA. 1994. Biodata Handbook. 1st ed. California: CPP Books.

Tosi,HL, Rizzo, JR & Carrol, SJ. 1996. Managing Organizational Behavior. 2nd ed. New York: Harper Colins Publishers.

Article Metrics

Abstract view(s): 388 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 110 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.