Studi Deskriptif Mengenai Pola Stress pada Mahasiswa Praktikum

Riza Mahmud, Zahrotul Uyun

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v1i1.4970

Abstract

Jumlah mahasiswa yang mengalami stres meningkat setiap semester. Respon stres dari setiap mahasiswa berbeda, Respon tersebut tergantung pada kondisi kesehatan, kepribadian, pengalaman sebelumnya terhadap stres, mekanisme koping, jenis kelamin dan usia, besarnya stresor, dan kemampuan pengelolaan emosi dari masing-masing individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola stres pada mahasiswa praktikum di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 75 mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah praktikum di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan dokumentasi, pengukuran tekanan darah, dan skala stres. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan simple random sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Secara umum pola stres diawali karena adanya aktivitas fisik yang berlebihan pada mahasiswa praktikum. Hal ini membuat mahasiswa merasa kelelahan dan tegang sehingga tubuh meresponnya dengan timbulnya stres. Mahasiswa awal yang mengambil mata kuliah praktikum yaitu berusia 18–20 tahun lebih rentan terkena stres dibandingkan dengan mahasiswa akhir praktikum yang berusia 21–24 tahun. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, mahasiswa praktikum perempuan lebih rentan mengalami stres daripada mahasiswa praktikum laki – laki. Kemudian pada mahasiswa praktikum dengan stres berat lebih berpotensi memiliki tekanan darah lebih tinggi dari pada mahasiswa praktikum yang memiliki stres sedang dan ringan.

 

Kata Kunci: jenis kelamin, mahasiswa praktikum, pola stres, tekanan darah, usia

Full Text:

PDF

References

Candrawati, Susiana (2013) Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Stres Oksidatif, Mandala of Health. Volume 6, Nomor 1.

Chobanian, et al. (2003) The seventh report od the joint national committee (JNC). Vol 289. No.19. P 2560-70.

Davidson, J .(2001). Manajemen waktu. Yogyakarta: Andi.

Goff, A.M. (2011). Stressor, academic performance, and learned resourcefulness in baccalaureate nursing students. International Journal Of Nursing Education Scholarship, 8,923-1548.

Govaerst, S. & Gregoire, J. (2004). Stressfull academic situations: Study on appraisil variabels in adolescence. British Journal of Clinical Psycology, 54, 261-271.

KEMENKES. (2013). Panduan Hari Peringatan Hari Kesehatan Sedunia : Waspadai Hipertensi Kendalikan Tekanan Darah. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Kholidah, E. N., & Alsa, A. (2012). Berpikir Positif Untuk Menurunkan Stres Psikologis. Jurnal Psikologi, 67-75.

Khotimah. (2013). Stres Sebagai Faktor Terjadinya Peningkatan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi . Jurnal Eduhealth, Vol. 3 No. 2.

Korneliani, Kiki & Meida, Dida (2012) Obesitas dan Stress Dengan Kejadian Hipertensi, Jurnal Kesehatan Masyarakat, KEMAS 7 (2) 117-121

Lahey, B.B. (2007). Psychology An Introduction. Ninth edition. New York: McGraw-Hill.

Madhu, K., & Shridhar, G.R. (2005). Stress management in diabetes mellitus. International Journal of Diabetes in Developing Countries, 25 (1),

Murray M., Evens B., dan Wiling C. (2002). Health phychology. London: Sage Publication.

Puspitorini, Myra. (2008) Hipertensi : Cara Mudah Mengatasi Tekanan Darah Tinggi. Jogjakarta : Image Press.

Putri, B J. (2012) Hormon, Faktor yang Membedakan Tingkat Stres Pria dan Wanita, health.liputan6.com, diakses 2 agustus 2016

Potter & Perry. (2005). Fundamental of nursing: Concept, process, & practice. (Asih, Y. et. all, Penerjemah). Jakarta: EGC.

Rasmun. (2004). Stress, koping dan adaptasi teori dan pohon masalah keperawatan. Jakarta: CV Sagung Seto.

Robert, E. Kowalski. (2010) Terapi Hipertensi. Jakarta: Gramedia.

Sarafino, E.P. (2006). Health Psychology : Biopsychosocial Interactions. Fifth Edition .USA : John Wiley & Sons.

Smeltzer, S. C. & Bare, B. G. (2008). Brunner & Sudarth’s textbook Of medical surgical nursing. Volume 1.(11th ed). Philladelpia: Lippicontt

Sherwood, L. (2001). Fisiologi Manusia;dari Sel ke Sistem. Edisi 2. Jakarta; EGC

Situmorang, Paskah Rina (2015) Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Penderita Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan Tahun 2014, Jurnal Ilmiah Keperawatan, Vol. 1, No. 1

Suoth, Meylen dkk (2014) hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di puskesmas kolongan kecamatan kalawat kabupaten minahasa utara, ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 2. Nomor 1

Susalit E, Kapojos JE & Lubis HR. (2001) Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam II. Jakarta : Balai penerbit FKUI

Wirawan. (2012). Menghadapi Stress dan Depresi. Jakarta: Platinum.

Womble, L. P. (2001). Impact of stress factors on college students academic performance. University of North Carolina at Charlotte. Desember 10, 2011. http://journal.com

Wong’s & Hockenberry. (2007). Wong’s nursing care of infants and children. (8th ed.). Canada: Mosby Elsevier.

Yanny, T; Lestari, B. S; Ananta Y. (2004) Stres dan Prilaku Coping Pada Remaja, Anima: Indonesian Psychological Journal. Vol. 19.

Article Metrics

Abstract view(s): 4481 time(s)
PDF: 5241 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.