BARRIERS HUBUNGAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA WARGA MUSLIM DAN HINDU DALAM UPACARA PUJAWALI DAN PERANG TOPAT DI DAERAH LINGSAR, LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT

muhammad fathoni

DOI: https://doi.org/10.23917/komuniti.v9i1.3403

Abstract

 

ABSTRAK

        Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan hubungan antar budaya warga Muslim dan Hindu pada upacara Pujawali dan Perang Topat di Lingsar, Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat melalui perasangaka, stereotip, dan etnosentris. Komponen tersebut terbangun dalam komunikasi antar budaya, sehingga membentuk barriers pada warga Muslim dan Hindu di Lingsar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi yaitu pendekatan untuk mengurai dan mendeskripsikan hambatan komunikasi antar budaya Pujawali dan Perang Topat dari sudut pandang warga pemilik budaya di Lingsar. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi partisipan dan wawancara mendalam. Pengambilan sampel informan menggunakan Purposive sampling. Proses pengumpulan data dengan teknik snowball sampling/chain sampling  sebanyak 6 orang informan.        

        Hasil yang ditemukan adanya sekat komunikasi yang menghambat hubungan warga Muslim dan warga Hindu saat upacara Pujawali dan Perang Topat di Lingsar. Sekat komunikasi tersebut disebabkan oleh perbedaan keyakinan yang dianut antara warga Muslim dan Hindu, terdapat juga masalah kepemilikan Pura dan konflik pemuda sebelum terjadinya upacara Pujawali dan Perang Topat sehingga menyebabkan prasangka, etnosentris dan stereotip.

 

Kata Kunci: Barriers, Hubungan, Komunikasi Antarbudaya, Pujawali dan Perang Topat, Ethnografi.

Full Text:

PDF

Article Level Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.