Pembelaan pada Persebaya dan Glorifikasi Bonek dalam Pemberitaan Jawa Pos tentang Konflik Persebaya dan PSSI

Fajar Junaedi, Heru Nugroho, Sugeng Bayu Wahyono

DOI: https://doi.org/10.23917/komuniti.v10i1.5941

Abstract

Relasi olahraga dan media telah menjadi isu yang signifikan, meskipun jurnalisme
olahraga sering disebut sebagai jurnalisme mainan karena sifatnya yang tidak serius
dibandingkan dengan jurnalisme politik dan ekonomi. Namun demikian, olahraga
bukan sekadar apa yang terjadi di arena olahraga, namun berkelindan dengan beragam
aspek lain, mulai dari ekonomi, politik dan sosial. Konflik yang terjadi antara
Persebaya dan PSSI sepanjang tahun 2009 sampai dengan 2017 membuktikan bahwa
olahraga bukan hanya apa yang terjadi di lapangan hijau namun berkelindan dengan
aspek politik. Oleh Jawa Pos, berita tentang konflik Persebaya dan PSSI tidak lagi
dikemas dalam jurnalisme mainan, namun ditempatkan di halaman muka yang
biasanya diisi berita politik dan ekonomi. Di sekitar pelaksanaan Kongres PSSI pada
tahun 2016 dan 2017, Jawa Pos secara massif mengalokasikan halaman korannya
untuk memberitakan tentang Persebaya dan Bonek yang memperjuangkan pengakuan
kembali Persebaya oleh PSSI. Jawa Pos dalam berbagai pemberitaannya secara
eksplisit membingkai keberpihakan kepada Persebaya dan sekaligus membingkai
Bonek sebagai fans yang memiliki loyalitas dan militansi tinggi dalam membela
Persebaya. Bonek dalam pemberitaan Jawa Pos mengenai konflik Persebaya dan PSSI
diglorifikasi sebagai pahlawan yang memperjuangkan Persebaya. Keberpihakan Jawa
Pos pada Persebaya dan Bonek berujung pada pembelian saham PT Persebaya
Indonesia oleh PT Jawa Pos Sportindo, sebuah perusahaan yang menjadi bagian dari
konglomerasi Jawa Pos.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.