KARAKTER LAKI-LAKI DALAM PROGRAM TELEVISI (Analisi Resepsi Peran Pria Sebagai Pekerja Rumah Tangga Dalam Program Sitkom “Dunia Terbalik” Di RCTI).

Berlian Ilham

DOI: https://doi.org/10.23917/komuniti.v10i3.5945

Abstract

Kontruksi media yang menampilkan karakter laki-laki disetiap tayangan sinetron cukup beragam dalam kompleks mengenai maskulin dan feminin. Sering terlihat stereotip karakter laki-laki yang lemah serta mandiri tanpa perempuan/istri dalam pekerjaan rumah. Padahal dalam kenyataannya laki-laki tetap membutuhkan sosok perempuan/istri dalam suatu keluarga. Dalam suatu keluarga, suami istri memiliki peran tugasnya masing-masing, dalam budaya partiarki suami memiliki tugas untuk mencari nafkah dan istri memiliki tugas pekerjaan domestik di dalam rumah. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mencaritahu  bagaimana  khalayak  Indonesia  menciptakan  persepsi  mengenai karakter laki-laki dalam televisi dengan dipengaruhi adanya perbedaan latar belakang, perbedaan gender, dan budaya. Analisis  resepsi yang peneliti gunakan untuk melihat peran khalayak sebagai penonton aktif  dalam mengintepretasikan karakter laki-laki yang ditampilkan menurut resepsi mereka. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan dibagi menjadi dua kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari empat orang anggota. Kelompok kecil tersebut diantaranya kelompok FGD A yang dilakukan di kota Surakarta, dan kelompok FGD B yang dilakukan di kota Lampung. Seluruh anggota FGD terdiri dari ibu rumah tangga yang bekerja beserta suami dan yang pernah bekerja sebagai TKW/TKI, seluruh anggota FGD terdiri dari berbeda etnis budaya meliputi Jawa dan Lampung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualifikasi meliputi pengalaman dan budaya yang mempengaruhi bagaimana cara pandang mereka dalam memaknai konstruksi media mengenai karakter laki-laki yang ditampilkan. Menurut Fokus Grup A dan Fokus Grup B media sekarang ini menampilkan karakter laki-laki yang bisa dikatakan cukup berlebihan dan memilih meoposisikan segala sesuatu kontruksi media dengan pengalaman hidup yang dilalui dan dari sudut pandang budayanya

Article Metrics

Abstract view(s): 183 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 298 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.