Pengelolaan Program Induksi Guru Pemula (Pigp) Di SMP Negeri 3 Kunduran Blora

S Sugiyarti, Bambang Sumardjoko

Abstract

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program induksi guru pemula (PIGP) di SMP Negeri 3 Kunduran. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan trianggulasi data. Teknik analisis data dengan analisis interaktif ang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perencanaan PIGP direncanakan secara bersama oleh kepala sekolah dan guru pembimbing. Kepala sekola membuat analisis kebutuhan dan ditindak lanjuti oleh guru pembimbing menjadi prioritas pembimbingan pada bulan pertama program. Pelaksanaan PIGP pada bulan kedua sampai dengan bulan kesembilan dimana pada tahab pelaksanaan guru pemula melaksanakan pembelajaran didampingi guru pembimbing dengan evaluasi dilakukan minimal satu kali tiap bulan oleh guru pembimbing. Evaluasi akhir dilaksanakan pada bulan kesepuluh dan kesebelas oleh guru pembimbing, kepala sekolah, dan pengawas untuk menentukan kelanjutan karir keprofesian guru pemula.

Keywords

guru pembimbing; guru pemula, induksi

Full Text:

PDF

References

Algozzine, Bob. 2007. Beginning Teacher’s perseftions of their Induction Program Experience.

The clearing House. Vol.80.(3): 137-143

Dirjen peningkatan mutu PTK kementerian pendidikan nasional. 2010. Modul Program

Induksi Guru Pemula (PIGP) bagi guru pembimbing. Jakarta : Dirjen Peningkatan mutu

pendidik dan tenaga pendidikan kementerian pendidikan Nasional.

Depdiknas Dirjen Dikdas, 2003, Guru di Indonesia. Pendidikan, pelatihan dan perjuangan

sejak zaman kolonial hinga era reformasi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Dirjen Dikdas Direktoral tenaga pendidikan.

Fraenkel and Wallen. 2015. How to Design and Evaluate Research in Education, ninth edition.

New York: McGraw-Hill International Edition.

Furqon, M. 2010. Guru Sejati Membangun insan berkarakter kuat dan cerdas. Surakarta:

Yuma pustaka

Ghony, MD dan Al Manshur, F. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jokjakarta: Ar-Ruz

Media.

Hallam,P.,dkk. 2012. Two Contrasting Models for Mentoring as They Affect Retention of

Beginning Teachers. National Association of Secondary Schoo l Principals. NASSP

Bulletin. Vol.96.(3): 243-278

Hellsten, L M. 2009. Teacher Induction: Exploring Beginning Teacher Mentorship. Canadian

Journal of Education. Vol. 32.(4): 703-733

Hobson, A J. 2013. Judgementoring and other threats to realizing the potential of school-based

mentoring in teacher education. Maderez Anggi.International Journal or mentoring Coachng in Education. Vol.2.(2): 89-108

Junaedi.M. 2015. Tesis Kontribusi Program Induksi Guru Pemula, Kompetensi Pedagogis

dan Lingkungan kerja terhadap kinerja Guru Pemula di Kabupaten Klaten. UMS: Tesis

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Langdon, F; Ward, L. 2015. Educative mentoring: a way forward. International Journal of

Mentoring and Coaching in EducationVol.4.(4) : 240-254.

Liliana, E. 2014. The process of induction in a coaching version: The 10th International

Scientific Confernce and sofware for education Bucharest. Vol. 10.(24): 154-167

Mary C. 2000 . Making time for teacher induction : A lesson fron the New Zealand model, The

Clearing HouseVol.73.(6 ): 319-330.

Maya, I; Kamman, ML; McCray, E. 2014. Profesional Assistance, Emotional Suport, and

evaluation. Exceptional ChildrenVol. 81.(1) : 45-63.

Moir, E. 2009. Acceleting teacher effetiveness: Lessons Learned from Two Decade of New

Teacher Induction. Phi Delta Kappan. Vol.91.(2): 14-19

Moleong, LJ. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Pirkle, SF. 2011. Stemming the Tide: Retaining and Supporting Science Teachers.

Science EducatorVol.20.(2) : 42-46.

Priyambodo, RH. 2010. 1,3 guru belum

Article Level Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.