KEPUASAN MAHASISWA DAN PIMPINAN FAKULTAS DALAM PEMBELAJARAN STUDI ISLAM 1 DAN 2 MODEL BAITUL ARQAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA (Studi Kasus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)

Saifuddin Zuhri(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Kepuasan Mahasiswa dan Pimpinan Fakultas dalam Pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 Model Baitul Arqam Universitas Muhammadiyah Surakarta.Jenis penelitian yang penulis lakukan berupa penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: Metode interview terpimpin (Guide interview) dan metode Angket atau kuesioner. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatifd mahasiswa dan pimpinan FKIP-UMS di dapat kesimpulan bahwa, (a) Kepuasan mahasiswa atas pelaksanaan pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 Model Baitul Arqam dalam hal: a) Aspek Fasilitator dan Materi, yakni: pertama, Materi/pokok bahasan dengan buku rujukan dan pelaksanaan Kuliah Studi Islam  sudah sesuai Materi. Kedua, fasilitator dalam menerangkan perkuliahan dapat memahamkan Mahasiswa, mangkaitkan materi dengan kasus sehari-hari, menguasai materi perkuliahan, namun demikian perlu adanya pendalaman materi dikarenakan masih ada juga fasilitator yang tidak menguasai materi. b) Aspek Pelayanan dan fasilitas, yakni: Waktu yang disediakan untuk penyelenggaraan Baitul Arqom 3 hari 4 malam adalah waktu yang sangat pendek, MCK sangat kurang dengan jumlah mahasiswa yang banyak, tempat Istirahat//tidur banyak, namun kotor dan keras ketika digunakan untuk tidur, Ruang kelas untuk Kuliah  Mahasiswa perlu diperluas, dikarenakan terlalu sempit, Ketersediaan PPPK sudah ada, namun obatnya masih minim, Pelayanan mobil antar-jemput mahasiwa sangat terbatas sehingga kadang berjubel dan datang telambat. (b) Pimpinan FKIP-UMS terlihat menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 model Baitual Arqam, hal ini terlihat pernyataan-pernyataan beliau yang sangat puas dengan adanya kegiatan ini, yakni: mahasiswa sudah memiliki inisiatif untuk dimulai membaca do’a dan membaca al-Qur’an, setelah selesai ditutup dengan membaca do’a kafarotul majlis, memakai pakaian ada perubahan lebih baik, etika lebih bagus ddalam proses belajar mengajar mahasiswa lebih (berani bertanya, se-ring), berani memberi kultum setelah BA, keaktifan, kedisiplinan meningkat dalam hal mental, mahasiswa angkatan 2014 memiliki mental yang baik.

Keywords

kepuasan; Baitul Arqam; fasilitator

Full Text:

PDF

References

Al-qur’an dan Terjemahnya.

Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milinium Baru. Jakarta: 2000: 31.

An Nahlawi, Abdurrahman. 1991. Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam dalam Keluarga, Sekolah, Masyarakat. Bandung: Diponegoro.

Arikunto, Suharsimi. 1992. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta.

Budiyanto, Dwi. 2009. Prophetic Learning. Yogyakarta: Pro-U Media,

Fattah, Nanang. 1996. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Hidayatullah, M. Furqon. 2009. Membangun Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta:Yuma Pustaka.

Furqon (UMS, 2009) dengan judul skripsinya “Pelaksanaan Active Learning Model Baitul Arqam di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Tahun 2008”

Hadi, Sutrisno. Metode Penelitian. Yogyakarta: Andi Offset.

Hasbullah. 1999. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

________. 2007. Otonomi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Hendropuspito. 1988. Sosiologi Agama. Jakarta: Yayasan Kanisius.

Handayani, R, Yermias T. K., dan Ratminto. 2003. “Analisis Kepuasan Pemakai terhadap Pelayanan Perpustakaan Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”. Sosiosains, Volume 17 Nomor 2, April 2003. Pasca Sarjana Fisipol UGM. Yogyakarta.

Humaniora. 2007. Jurnal Penelitian. Surakarta: PPM – UMS.

Israfil (UMS, 2010) dengan judul skripsinya “Internalisasi Nilai-nilai Akhlak kepada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Yang Mengikuti Baitul Arqam Tahun Akademik 2009/2010”

Kementrian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2011, Pedoman Pelaksanaan Pendidikan karakter (berdasarkan Pengalaman di Satuan Pendidikan Rintisan)

Kementrian Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, 2010, Panduan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama.

Kimsean, Y. Yermias T. K., dan Ag. Subarsono. 2004. “Analisis Kinerja Publik pada Pelayanan Terpadu Satu Atap Kota Yogyakarta”. Sosiosains, Volume 17, Nomor 3, Juli 2004. Pascasarjana Fisipol UGM. Yogyakarta.

Lexy J. Moleong. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Luthfi Fuadi (UMS, 2007) dengan judul penelitiannya “Pengaruh Pendidikan Baitul Arqam terhadap Tingkat Keberagamaan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2006

Miles, MB, and A.M. Huberman. 1984. Qualitative Data Analysis. Beverley Hills: Sage Pub.

Mulyasa, E. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moh. Amin, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Pasuruan, PT. Garoeda Buana Indah, 1992

Nawawi, Hadari. 1990. Administrasi Pendidikan, Jakarta: Gunung Agung.

Ritzer, Goerge. Goodman, Dauglasj. 2003. Teori Sosiologi Modern, Edisi ke Enam. Jakarta: Prenada Media.

Sudarman, Danim. 2000. Metode Penelitian untuk Ilmu-ilmu Perilaku. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Saifuddin Zuhri dan Zaenal Abidin (Suhuf Vol. 20 No. 2 Nop 2008) dengan perhatian pada penelitian berjudul “Persepsi Dosen Studi Islam dan Mahasiswa terhadap Model Pembelajaran Orang Dewasa (Studi Kasus Pembelajaran Studi Islam Model Baitul Arqam Di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran) Universitas Muhammadiyah Surakrta”

Sugito, H. 2005. Mengukur Kepuasan Pelanggan. (On-line). www.ep-rints.qut. edu/achieve/0003941/-01/3491/pdf. Diakses 13 Juli 2014.

Tilaar, HAR. 2000. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Article Metrics

Abstract view(s): 331 time(s)
PDF: 240 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.