PERWUJUDAN PRINSIP KERJASAMA, SOPAN SANTUN, DAN IRONI PARA PEJABAT DALAM PERISTIWA RAPAT DINAS DI LINGKUNGAN PEMKOT BERBUDAYA JAWA

Harun Joko Prayitno

DOI: https://doi.org/10.23917/kls.v22i1.4364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memerikan realisasi TTD
dalam kaitannya dengan perwujudan maksim-maksim dalam PKS, PSS, dan PI. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan ancangan sosiopragmatik. Penelitian dilakukan di lingkungan Pemkot Surakarta. Objek penelitian ini berupa perwujudan TTD yang digunakan oleh pejabat dalam konteks PKS, PSS, dan PI pada PRD. Sumber data penelitian meliputi keseluruhan individu yang mengepalai suatu badan, dinas, cabang dinas, kantor, kalurahan, instansi di lingkungan Pemkot Surakarta yang ditentukan secara purposive sampling dan criterion based selection. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dasar sadap dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap. Analisis dan interpretasi data dilakukan dengan teknik padan intralingual dan ekstralingual yang dilanjutkan dengan kerja analisis
sosiopragmatik means-end model Searle dan heuristik model Grice, skala
kesantunan model Brown-Levinson, model Blum-Kulka, dan model Leech. Temuan
penelitian menggambarkan bahwa maksim-maksim PKS yang dikembangkan oleh
pejabat belatar belakang budaya Jawa ditampakkan melalui sub-submaksim
kejelasan direktif, kebenaran direktif, kecukupan bukti, ketepatan direktif,
ketidaktaksaan direktif, keruntutan strategi direktif. Kesantunan direktif lebih
didasarkan pada cara-cara kesantunan tak langsung, berpagar, dan pesimisme
daripada dengan cara-cara meminimalkan paksaan, penghormatan, meminta maaf, dan impersonal, pernyataan-pertanyaan, isyarat halus. Strategi PI yang
dikembangkan oleh pejabat di lingkungan pemkot berbudaya Jawa lebih banyak
mengambil tempat di antara PKS dan PSS sehingga betuk ketidaktulusan,
ketidaksabaran, pernyataan menggelikan, pernyataan mengecilkan, maupun bentuk cemooh halus ditampakkan melalui TTD yang seakan-akan sopan meskipun
sejatinya tidak sopan.

Kata Kunci: tindak tutur direktif, ekstralingual, ilokusi, maksim, pemarkah, sosiopragmatik.

Full Text:

PDF

References

Azis, E Aminudin. 2007. “Tiga Dimensi Kesantunan Berbahasa: Tinjauan Terkini” dalamKongres Linguistik Nasional XII, Surakarta, 3-6 September 2007.

Blum-Kulka, Shoshana. 1987. “Indirectness and Politeness in Requests: Some or Differrent?” in Journal of Pragmatics, Volume 11, p 131-146.

Brown, Penelope and Stephen C. Levinson. 1987. Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press.

Budiharjo, Meriam. 1983. Aneka Pemikiran tentang Kuasa dan Wibawa. Jakarta: Sinar Harapan.

Cummings, Louise. 1999. Pragmatics, A Multidiciplinary Perspective (Terj.). New York: Oxford University Press Inc.

Grice, H. Paul. 1981. “Presupposition and Conversational Implicature” dalam Radical Pragmatics. New York: Academic Press.

Gunarwan, Asim. 1994. “Kesantunan Negatif di Kalangan Dwibahasawan Indonesia-Jawa di Jakarta: Kajian Sosiopragmatik” dalam PELLBA 7. Jakarta: Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Unika Atmajaya.

Gunarwan, Asim. 2003. “Persepsi Nilai Budaya Jawa di Kalangan Orang Jawa: Implikasi dan Penggunaan” dalam PELLBA 16. Jakarta: Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Unika

Atmajaya.

Gunarwan, Asim. 2006. “The Speech Act of Criticizng among Native Speakers of Javanese”.

Makalah pada Firth International Meeting of The South East Asian Linguistic Society. Oregon, 9-12 Mei 2006.

Leech, Geoffrey N. 1983. Principles of Pragmatics. London: Longman.

Lindolf, Thomas R. 1994. Qualitative Communication Research Methods. Thousand Oaks: Saga Publications.

Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Miles, M.B. and Michael Hubermen. 1992. Qualitative Data Analysis: A Course Book of New Method. Baverly Hills: Saga Publications.

Nemeth, Eniko T. 2001. Pragmatics in 2001: Selected Papers from The 7th International Pragmatics Conference. Belgium: International Pragmatics Association.

Prayitno, Harun Joko. 2004. “Perilaku Tindak Tutur Ilokusi Pejabat dalam Wacana Rapat Dinas: Kajian Pragmatik dengan Pendekatan Jender” (Laporan Program Penelitian Dasar DP3M Ditjen Dikti). Surakarta: Lembaga Penelitian UMS.

Prayitno, Harun Joko. 2007. “Realisasi Bentuk Tindak Tutur Direktif dalam Peristiwa Rapat Dinas di Lingkungan Pemerintahan Kota Berbudaya Jawa” dalamKajian Linguistik dan Sastra, Volume 19, Nomor 2 Desember 2007, Jurusan PBSID dan PBI, FKIP, UMS.

Prayitno, Harun Joko. 2009. “Perilaku Tindak Tutur Berbahasa Pemimpin dalam Peristiwa Rapat Dinas: Kajian Pragmatik dengan Pendekatan Jender” dalam Kajian Linguistik dan Sastra, Volume 21, Nomor 2 Desember 2009, Jurusan PBSID dan PBI, FKIP, UMS.

Rubin, Herbert. 1995. Qualitative Interviewing; The Art of Hearing Data. London: Saga Publication.

Subroto, Edi. 1991. Pengantar Metode Penelitian Linguistik. Surakarta: UNS Press.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Sutopo, H.B. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif; Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Budaya. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Verhaar, J.W.M. 2002. Asas-asas Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wijana, I Dewa Putu. 2004. “Teori Kesantunan dan Humor” dalam Seminar Nasional III; Pragmatik dan Makna Interaksi Sosial, 28 Agustus 2004. Surakarta: Pascasarjana UNS.

Article Metrics

Abstract view(s): 362 time(s)
PDF: 306 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.