Think globally, act locally’ remaja anggota place-based education kopi kids

Syifa Adilla, Karolina Lamtiur Dalimunthe, Retno Hanggarani Ninin, Noer Fauzi Rachman

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v5i1.10369

Abstract

Abstrak. ‘Think globally, act locally,’ merupakan istilah yang kerap digunakan dalam isu pelestarian alam, dimana isu tersebut telah menjadi isu global dan pemberdayaan serta keterlibatan komunitas lokal dapat menjadi solusi dalam isu tersebut. Sunda Hejo merupakan salah satu organisasi di Garut yang bergerak dalam pelestarian alam dan pemberdayaan petani di sekitar perhutanan sosial. Sunda Hejo menyelenggarakan kegiatan Kopi Kids dalam rangka regenerasi individu yang dapat ikut bergerak dalam isu-isu komunitas lokal tersebut. Kopi Kids merupakan placed-based education dengan model pendidikan non-formal yang membuat Kopi Kids unik dan inklusif, serta berpotensi dalam menyelesaikan isu yang sedang dihadapi komunitas lokal. Kegiatan Kopi Kids menekankan pada kemampuan global serta pengetahuan lokal sehingga peserta Kopi Kids dapat bersaing di dunia luar tanpa melupakan identitas lokal mereka. Penelitian etnografis ini berfokus pada remaja di Kopi Kids, dimana pada usia tersebut remaja sedang mengeksplorasi dan mengembangkan identitasnya, serta ingin mengetahui bagaimana Kopi Kids sebagai placed-based education yang menyasar isu global pada komunitas lokal dan penguatan identitas lokal tersebut terjadi pada remaja saat para remaja terpapar dengan tren global. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saat ini Kopi Kids cenderung berada pada spektrum ‘act globally, think locally,’ dimana perilaku mereka lebih condong pada tren global tetapi cara berpikirmereka sangat kuat dengan nilai-nilai lokal, walau terdapat konotasi negatif di dalamnya. Jika kegiatan Kopi Kids sudah efektif dalam pencapaian tujuan kegiatannya, kemampuan global dan lokal akan mendukung satu sama lain sehingga dapat terwujud harapan Sunda Hejo untuk menghasilkangenerasi yang berpihak pada komunitas dan isu lingkungan di sekitar. Katakunci: etnografi; isu sustainability; placed-based education; remaja

Full Text:

PDF

References

Bainus, A., & Rachman, J. B. (2019). Editorial: Think Globally, Act Locally. Intermestic: Journal of International Studies, 2, 100 - 106.

Brunt, L. (2001). Into The Community. In P. Atkinson, & et.al, Handbook of Ethnography (pp. 80 - 91). London: SAGE Publications Ltd.

Creswell, J. W. (1998). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five traditions. California: Sage.

Crocetti, E., Erentaite, R., & Zukauskiene, R. (2014). Identity Styles, Positive Youth Development, and Civic Engagement in Adolescence. J Youth Adolescence , 1818–1828.

Graham, M. A. (2007). Art, Ecology and Art Education: Locating Art Education in a Critical Place-based Pedagogy. Studies in Art Education, 375 - 391.

Kawulich, B. B. (2005). Participant Observation as a Data Collection Method. Forum: Qualitative Social Research (FQS), 6, 2.

Knifsend, C. A., & Graham, S. (2012, October). Too Much of a Good Thing? How Breadth of Extracurricular Participation Relates to School-Related Affect and Academic Outcomes During Adolescence . J Youth Adolescence, 379–389.

Larson, R. W. (2011). Positive Development in a Disorderly World. Journal Of Research On Adolescence, 317 – 334.

Powers, A. L. (2004). An Evaluation of Four Place-Based Education Programs. The Journal of Environmental Education, 35, 17-32.

Rose-Krasnor, L. (2008). Future Directions in Youth Involvement Research. Future Directions, 497 - 509.

Santrock, J. W. (2011). Life-Span Development: 13th Edition. New York: McGraw-Hill

Sharp, E. H., Caldwell, L. L., Graham, J. W., & Ridenour, T. A. (2006). Individual motivation and parental influence on adolescents’ experiences of interest in free time: A longitudinal examination. Journal of Youth and Adolescence, 35, 359–372.

Smith, G. A., & Sobel, D. (2010). Place- and Community-Based Education In Schools. New York: Routledge.

Widiyanto, A. (2013). Agroforestry dan Peranannya dalam Mempertahankan Fungsi Hidrologi dan Konservasi. al-Basia, 2, 55 - 68.

Article Metrics

Abstract view(s): 371 time(s)
PDF: 150 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.