INTERAKSI SOSIAL DENGAN TEMAN SEBAYA PADA ANAK HOMESCHOOLING DAN ANAK SEKOLAH REGULER (Study Deskriptif Komparatif)

Eka Setiawati, Suparno Suparno

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v12i1.1609

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran interaksi sosial dengan teman sebaya pada anak yang homeschooling dan anak yang sekolah reguler serta membandingkan interaksi antara keduanya. Pada penelitian ini digunakan 2 orang anak homeschooling dan 2 anak sekolah reguler dengan karakteristik yang telah ditentukan sebelumnya. Data diambil dengan cara melakukan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi sosial dengan teman sebaya pada anak homeschooling kurang berkembang bila dibandingkan dengan interaksi sosial dengan teman sebaya pada anak sekolah reguler. Hal ini dikarenakan anak homeschooling kurang memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebayanya, mereka lebih banyak berinteraksi dengan anggota keluarganya sendiri, dan lebih sering berinteraksi dengan orang-orang yang lebih tua, pada aspek tertentu mereka berkembang hampir sama meski tidak sebaik anak sekolah reguler tetapi dalam hal kerjasama, anak homeschooling kurang mampu, hal ini juga dikarenakan kesempatan mereka untuk belajar mengembangkan kemampuan kerjasama (mengemukkan pendapat, menyelesaikan perbedaan pendapat dalam kelompok, dll) memang kurang.

Full Text:

PDF

References

Cahayaningtyas, I. K. (2005). Hubungan Antara Intensitas Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Konsumtif Pada Siswi Kelas 2 SMA ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG. Skripsi (Ti- dak Diterbitkan). Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Chaplin, J.P. (2006). Kamus Lengkap Psikologi (terjemahan Kartini Kartono). Jakarta : PT Raja Grafi ndo Persada.

Desmita. (2007). Psikologi Perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.

Febriane, S & Wresti, C. (2005). Rumahku Kelasku Dunia Sekolahku. Harian Kompas tanggal 13 Maret 2005.

Gerungan, W. A. (1996). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Eresco.

Hartup, W. W. (1992). Having Friends, Making Friends, and Keeping Friends: Relationships as Educational Contexts. ERIC Digest. (Online).

Mangesti, M. (2007). Cara Penilaian Hasil Belajar Siswa Pada Dua Keluarga Yang Melaksanakan Homeschooling. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Miarso, Y. (1999). Pendidikan Alternatif Sebuah Agenda Reformasi (Online), (www.muhamadikhsan. multiply.com/journal/item/47 , diakses 14 April 2008)

Monks, FJ; Knoers, AMP; & Haditono, SR. (2003). Psikologi Perkembangan : Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gajah Mada University Press

Noveansyah, AA. (2007). Homeschooling : Sekolah Rumah atau Rumah Sekolah (Online), (www. genr-islamic-school.or.id/artikel/homeschooling2.htm, diakses 14 April 2008).

Partowisastro, K. (1983). Dinamika Psikologi Sosial. Jakarta : Erlangga.

Papalia, D. E. Olds, S. W. & Feldman, R. D. (2002). A Child World Infancy Through Adolesence, 9 Edition. New York : McGraw Hill Company th

Piaget, J. (1988). Antara Tindakan dan Pikiran. (Terjemahan Agus Cremers). Jakarta : PT Grame- dia.

Poerwandari, E. K. (1998). Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Jakarta : LB3ES Universitas Indonesia.

Santrock, J. W. (2003). Live Span Development : Perkembangan Masa Hidup (Edisi Kelima). (Ter- jemahan Shinto B Adelar dan Sherly Saragih). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sumardiono. (2007). Mencari Inspirasi Pendidikan Indonesia. (Online), (http://www.wahanakebang- saan.org , diakses 14 April 2008)

__________. (2007). Homeschooling A Leap For Better Learning : Lompatan Cara Belajar. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Tarsidi, D. (2007). Peranan Hubungan Teman Sebaya dalam Perkembangan Kompetensi Sosial Anak (Online), (http://d-tarsidi.blogspot.com/2007/12/peranan-hubungan-teman-sebaya-dalam. html , diakses 17 Juni 2008).

Walgito, B. (2003). Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta : ANDI.

Article Metrics

Abstract view(s): 1870 time(s)
PDF: 6393 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.