KEMISKINAN : IBU KANDUNG PATOLOGI SOSIAL

Niken Iriani

DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v0i0.4597

Abstract

 Permasalahan yang berkembangan dalam masyarakat dewasa ini sangat kompleks dan pesat gerak prosesnya. Percepatan ini antara lain dipicu oleh derasnya arus informasi berskala global. Menurut Fanngidae, A (1993), informasi sulit dibendung. Tata norma dan etika dapat dengan mudah digoyangkan oleh “hanya” penayangan film, iklan di televisi ataupun fil-film bioskop. Peristiwa perampokan, pembunuhan maupun perkosaan tersaji setiap saat disegala jenis media massa. Persaingan di berbagai bidang kehidupan tampaknya membuat orang semakin mudah kehilangan akal dan jasa. Jika hal ini berlangsung klien lama, bukan tidak mungkin orang menjadi tidak memiliki lagi akal dan budi, menjadi miskin berkata bahwa, “seandainya kemiskinan berwujud seorang manusia niscaya aku akan membunuhnya.

References

Capra, F. 1997. Tenterjamahan Thoyibi. Titik balik peradaban. Yogyakarta : yayasan bentang budaya

Coleman, James. W. 1974. Social problems, New York : Harper & Row Publisher

Fanggidae, A. 1993. Memahami masalah kesejahteraan sosial. Jakarta ; puspa Swara

Kartasasmita, Ginandjar. 1996. Wawasan Al Quran. Bandung : Mizan

Shihab, M. Quraish, 1996. Wawasan Al Quran. Bandung : Mizan.

Swasono, Sri-Edi, dkk. 1987. Sekitar kemiskinan dan keadilan. Jakarta : UI-Press.

Article Metrics

Abstract view(s): 1105 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 361 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.