IDENTIFIKASI ATRIBUT GREEN CITY DI KOTA SRAGEN (PENEKANAN PADA RTH JALUR HIJAU DAN JALUR BIRU)

Rizqi Azhar Al Habib, Qomarun Qomarun

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya agenda kota hijau (green city) yang harus
dipenuhi oleh kota-kota di Indonesia saat ini. Indonesia yang merupakan daerah tropis
seharusnya lebih mudah memenuhi agenda kota hijau, tetapi fakta-fakta menunjukkan
bahwa kota-kota besar di Jawa, seperti: Jakarta, Semarang, Bandung, Yogjakarta atau
Surabaya belum dapat memenuhinya. Riset ini akan menggali wilayah yang lebih kecil,
seperti wilayah perkotaan pada tingkat kabupaten, yaitu Kota Sragen. Metode penelitian dilakukan dengan model kualitatif-deskriptif, yaitu membandingkan antara kondisi faktual dengan regulasi atau referensi yang berkaitan. Saat ini sudah dikenal 8 atribut kota hijau, sedangkan pada riset ini hanya akan berfokus pada 1 atribut saja, yaitu pada aspek RTH (Ruang Terbuka Hijau). Objek RTH yang diteliti adalah pada kawasan yang
paling mudah dikenal, yaitu pada jalur hijau (kanan-kiri jalan) dan jalur biru (kanan-kiri
sungai). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pencapaian pada kawasan jalur
hijau di Kota Sragen sudah mencerminkan atribut kota hijau (skor>60), sedangkan
untuk kawasan jalur biru belum mampu mencerminkan atribut kota hijau (skor<60).

Full Text:

PDF

References

Kemen PU (2008).Permen PU No. 5/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan, Sekretariat Negara Jakarta.

KemenPU (2011). Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), Sekretariat Negara, Jakarta.

Pemkab Sragen (2011). Perda No. 11 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sragen Tahun 2011-2031, Pemerintah Kabupaten Sragen, Sragen.

Sekretariat Negara (1997). Peraturan Pemerintah No. 47/1997 tentang Sungai, Sekretariat Negara Jakarta.

Watson, Donald (2003). Time Saver Standard for Urban Design, New York: McGraw-Hill.

Article Metrics

Abstract view(s): 498 time(s)
PDF: 225 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.