PENGALIRAN UDARA UNTUK KENYAMANAN TERMAL RUANG KELAS DENGAN METODE SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS

Sahabuddin Latif, Baharuddin Hamzah, Ihsan Ihsan

Abstract

Sirkulasi udara yang baik sangat dibutuhkan pada ruang berventilasi alami untuk mencapai kenyamanan termal, karena dapat  mempercepat proses evaporative cooling,
pengeluaran panas dan ketersediaan udara segar dalam ruang. Penelitian ini bertujuan
mengkaji aliran udara pada Ruang Kelas Gedung Kuliah Bersama Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin di Kabupaten Gowa, agar ditemukan rekayasa pengaliran udara
yang dapat mempercepat terjadinya proses pengeluaran panas. Penelitian eksperimental
ini menggunakan metode simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics). Parameter input dalam simulasi diperoleh melalui  pengukuran di lapangan berupa dimensi ruang kelas, luas bukaan ventilasi, dan parameter iklim mikro. Rekayasa aliran udara dilakukan
terhadap tiga perlakuan yaitu kecepatan udara, luas bukaan, serta modifikasi dari
kecepatan udara dan luas bukaan. Analisis dilakukan untuk mengetahui bagian ruang
yang mengalami aliran udara tinggi dan rendah serta mengetahui faktor pendukung dan kendala dengan menggunakan perangkat lunak SolidWorks Simulation 2013. Hasil
penelitian memperlihatkan bahwa sistem ventilasi eksisting ruang-ruang kelas dapat
mendistribusikan pergerakan udara yang nyaman di dalam ruang antara 0.25 m/s hingga 1.5 m/s, pada parameter inlet 1 m/s hingga 3 m/s dengan kenyamanan ruangan (51.85%) hingga (85.19%). Setelah dilakukan perbaikan sistem ventilasi pada ruang kelas,
kenyamanan ruang dapat ditingkatkan menjadi (96.30%) hingga (100%), dengan rasio
luasan bukaan ventilasi (21.60%) dari luas lantai ruangan, dengan rincian luas bukaan
inlet (14.50%) dan luas bukaan outlet (7.10%). Disimpulkan bahwa penambahan luas inlet dan outlet dengan rasio yang tepat pada ruang kelas, dapat mengoptimalkan
sirkulasi udara. Diharapkan agar jendela kaca mati pada ruang-ruang kelas di buka untuk
menambah luas inlet dan penambahan luas bukaan dinding outlet bagian bawah, pintu
sebaiknya di tutup pada saat ruang digunakan.

Full Text:

PDF

References

Baharuddin, Ishak, M.T., Beddu, S., & Yahya, M. (2012). Kenyamanan Termal Gedung Kuliahvb Bersama Kampus Baru Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Semesta Arsitektur

Nusantara SAN 1. Ref No: B.4.4. Malang: san121212.

Gratia, E., Bruyère, A., & De Herde, A. (2004). How to use natural ventilation to cool narrow office buildings. Building and Environment, 39 (10): 1157-1170.

Indrani, H. (2008). Kinerja Ventilasi Pada Hunian Rumah Susun Dupak Bangunrejo Surabaya.

Dimensi Interior, 6 (1): 9-23.

Kurnia, R., Effendy, S., Tursilowati, L. (2010). Identifikasi Kenyamanan Termal Bangunan (Studi Kasus: Ruang Kuliah Kampus IPB Baranang siang dan Darmaga Bogor). Jurnal Agromet, 24 (1): 14-22.

Liping, W., & Hien, W.N. (2007). Applying Natural Ventilation for Thermal Comfort in Residential Buildings in Singapore. Architectural Science Review, 50 (3): 224-233.

Lippsmeier, G. (1994). Bangunan Tropis. (S. Nasution, Penerj.) Jakarta: Erlangga.

Mannan, (2007). Faktor kenyamanan dalam perancangan bangunan (kenyamanan suhu-termal pada bangunan). Jurnal Ichsan Gorontalo, 2 (1): 466-473

Sakti, W.B. (2013). Panduan Praktis Analisa CFD Menggunakan SolidWorks Flow Simulation. Jakarta: wbsakti.wordpreess.com

Sugini. (2004). Pemaknaan Istilah-Istilah Kualitas Kenyamanan Thermal Ruang Dalam Kaitan Dengan Variabel Iklim Ruang. LOGIKA: 03-17.

Takahashi, I. (2005). Development of A Passive Cooling Strategy Using Double - Roofing System. The 2005 World Sustainable Building Confrence (hal. 91 -96). Tokyo: SB05 Tokyo.

Talarosha, B. (2005). Menciptakan Kenyamanan Thermal Dalam Bangunan. Jurnal Sistem Teknik

Industri , Volume 6: 148-158.

Article Level Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.