PAKOM PELATIHAN PENDAURULANGAN SAMPAH MENJADI BARANG KERAJINAN TANGAN PADA IBU-IBU PENGURUS PKK

Ambarwati Ambarwati, Sri Darnoto

DOI: https://doi.org/10.23917/warta.v20i2.4476

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang sering muncul di masyarakat. Sampah yang menumpuk tidak hanya menimbulkan kesan kotor tetapi juga dapat menimbulkan bau yang tidak enak. Produksi sampah diperkirakan mencapai 0,8 sampai 1,0 Kg/orang/hari. Meskipun sampah berpotensi menimbulkan masalah, namun jika dikelola dengan baik, maka akan diperoleh dampak yang positif,  diantaranya diperolehnya lingkungan yang bersih dan bahkan dapat memberikan tambahan uang belanja bagi masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah adalah dengan pemanfaatan sampah menjadi berbagai barang kerajinan tangan.

RT 03 Kemasan dan RT 04 Kauman, merupakan 2 RT yang berada di wilayah RW 09 Ngadirejo, Kartasura,  Sukoharjo. Pada tahun 2015 ini bapak Kepala Desa Ngadirejo mencanangkan kedua RT sebagai RT percontohan kegiatan Bank Sampah. Untuk mendukung program tersebut maka diajukan kegiatan yang meliputi: pemanfaatan sampah menjadi berbagai macam kerajinan tangan.

Dari kegiatan ini didapatkan hasil sebagai berikut : (1). Sampah dapat didaur ulang menjadi barang kerajinan tangan yang lebih bermanfaat. (2). Sebanyak tiga barang kerajinan tangan dapat dibuat dari sampah pada pelatihan ini, yaitu : a). Potongan kain sisa yang dibuat bros, b). Dus bekas roti yang dilapisi kulit jagung kering, pelepah batang pisang kering dan kertas kardus bekas untuk dibuat tempat tisue, serta c). Botol plastik bekas untuk dibuat tempat pensil. (3). Semua (100%) peserta berpendapat pelatihan ini bermanfaat. (4). Hasil di RT 03/09 Kemasan menunjukkan barang kerajinan yang paling mudah dibuat adalah tempat tisue (78,57%), yang paling menarik juga tempat tisue (50%), yang paling bermanfaat adalah tempat pensil (64,29%), semua  barang berpotensi untuk dijual  (50%), dan barang yang paling berpotensi untuk dijadikan souvenir adalah bros (85,71%). dan mereka bersedia untuk mengikuti pelatihan serupa jika suatu saat ada pelatihan lagi. (5). Hasil di RT 04/09 Kauman menunjukkan barang kerajinan yang paling mudah dibuat adalah bros (85,71%), yang paling menarik juga tempat pensil (52,38%), yang paling bermanfaat adalah bros (71,43%),   barang yang paling berpotensi untuk dijual adalah bros (52,38%), dan barang yang paling berpotensi untuk dijadikan souvenir adalah bros (85,71%). (6). Semua (100%) pengurus baik di RT 03/09 maupun RT 04/09 bersedia untuk mengikuti pelatihan serupa jika suatu saat ada pelatihan lagi.

Keywords

Sampah, Pendaurulangan Sampah, Bros, Tempat Pensil, Tempat Tisue

References

Juliandoni, A.(2013). Pelaksanaan bank Sampah dalam Sistem Pengelolaan Sampah di Kelurahan Gunung Bhagia Balikpapan. Skripsi. FH Universitas Mulawarman.

Manuputty, M.C., Jacob, A. dan Haumahu, J.P. (2012). Pengaruh Effective Inoculant Promi dan EM-4 terhadap Laju Dekomposisi Kompos dari Sampah Kota ambon. Agrologia, 1(2):143-151.

Media Lingkungan, 2014. Sebanyak 130.000 ton Sampah perhari Diproduksi oleh Indonesia. Diakses 15 April 2015, pukul 20.30. http://medialingkungan.com/index.php/component/k2/item/213-sebanyak-130-000-ton-sampah-perhari-diproduksi-oleh-indonesia

Naditya, R., Suryono, A., dan Rozikin, M. (2011). Suatu studi di Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam Program Bank Sampah Malang di Kelurahan Sukun Kota Malang. Jurnal Administrasi Publik, 1(6):1086-1095.

Rikin, A.S. (2014). Produksi Sampah Capai 0,8 Kg Per Orang Per Hari. Diakses 15 April 2015, pukul 20.25. http://www.beritasatu.com/kesra/233419-produksi-sampah-capai-08-kg-per-orang-per-hari.html

Syafputri, E. (2014). Produksi Sampah Plastik Indonesia 5,4 Juta Ton per Tahun. Diakses 15 april 2015, pukul 20.33. http://www.antaranews.com/berita/417287/produksi-sampah-plastik-indonesia-54-juta-ton-per-tahun

Yuniwati, M., Iskarima, F. dan Padulemba, A. Optimalisasi Kondisi Proses Pembuatan Kompos dari Sampah Organik dengan Cara Fermentasi Menggunakan EM4. Artikel Publikasi Institu Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

Article Level Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.