TEKNOLOGI POLIKULTUR KEPITING BAKAU DAN IKAN BANDENG PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN PERPAT PERMAI KELURAHAN AIR JUKUNG, KECAMATAN BELINYU, KABUPATEN BANGKA

Eva Prasetiyono, Denny Syaputra

DOI: https://doi.org/10.23917/warta.v21i2.5690

Abstract

Kelompok Pembudidaya Ikan (pokdakan) di Kelurahan Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka merupakan Kelompok pembudidaya ikan yang bergerak pada kegiatan budidaya air payau khususnya kepiting bakau (Scylla serrata). Namun keberlanjutan kegiatan budidaya yang dilakukan masih terkandala oleh banyak hal salahsatunya adalah kurangnya efisiensi dalam pemanfaatan potensi sumberdaya yang dimiliki. Tambak yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan masing belum terkelola dengan optimal. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan aplikasi IPTEKS untuk mengefisiensikan potensi sumberdaya yang dimiliki oleh para pembudidaya ikan dengan teknologi pemeliharaan sistem polikultur antara kepiting bakau dengan ikan bandeng (Chanos chanos). Target khusus dari kegiatan ini adalah Kapasitas produksi budidaya milik pokdakan semakin meningkat dan efisien dengan tearalikasinya teknologi polikultur. Metode kegiatan ini yaitu metode survey lapangan dengan menyisipkan teknologi polikultur dalam melakukan kegiatan budidaya. Hasil dari kegiatan ini yaitu tambak budidaya milik para pembudidaya ikan semakin optimal dan efesien dengan diversifikasi komoditi selain kepiting bakau yaitu ikan bandeng.  Kepiting bakau mampu tumbuh dan hidup dengan optimal serta mencapai ukuran panen. Selain itu ikan bandeng yang dipelihara mampu hidup dan tumbuh dengan optimal dengan pertumbuhan yang sesuai dengan diharapkan.

Keywords

Budidaya Perairan

References

Effendi I. 2004. Pengantar Akuakultur. Jakarta : penebar Swadaya

(FAO] Food and Agriculture Organization. 2011. The State of Word Fisheries and Aquaculture. Rome: FAO.

Ghufran, MHKK. 2009. Budidaya Perairan Buku Kedua. Penerbit PT. Citra Aditya Bakti

Hafiludin. 2015. Analisis Kandungan Gizi Pada Ikan Bandeng Yang Berasal Dari Habitat Yang Berbeda. Jurnal Kelautan Volume 8 No.1: 37 – 43.

Iskandar Kana, 2002. Budidaya Kepiting Bakau. Cetakan ke-5. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Johan O, Sudrajat A, Hadie W. 2009. Perkembangan Perikanan Ikan Bandeng Pada Keramba Jaring Tancap di Pandeglang, Provinsi Banten. Media Akuakultur Volume 4 No. 1. 40 – 44.

Kanna I. 2002. Budi Daya Kepiting Bakau, Pembenihan dan Pembesaran. Jakarta : Kanisius.

Lekang OI. 2007. Aquaculture Engineering. UK: Blackwell Publishing.

Midlen A,Redding TA. 1998. Environmental management for Aquaculture. USA : Springer.

Muntalim dan Mas’ud F. 2014. Pengembangan Budidaya Dan Teknologi Pengolahan Ikan Bandeng (Chanos – Chanos Forsskal) Di Kabupaten Lamongan Guna Meningkatkan Nilai Tambah. Jurnal Eksakta (2) : 1. 54-65.

Moosa MK, Aswandi I, Kasry A. 1985. Kepiting bakau, Scylla serrata (Forskal, 1775) dari perairan Indonesia. Jakarta (ID): Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Natan Y. 2014. Penggemukan Kepiting Bakau Scylla Serrata Berukuran Kecil Hasil Tangkapan Nelayan Di Dusun Wael, Kecamatan Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci.) XV (2): 79-87

Prasetiyono, E. 2013. Efektivitas Kompos Batang Pisang (Musa sp.) Untuk meminimalisasi kandungan logam berat timah hitam (Pb) dan menaikan pH rendah pada media budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Akuatik-Jurnal sumberdaya Perairan vol. 7 No. 1 : 1-8.

Prasetiyono E. 2014. Akuakultur Berbasis Kolong Pasca Tambang Timah : Prinsip Pemanfaatan dan Kelayakan Budidaya Ikan. Bulletin Forum DAS, Vol.2 / No.1. Bangka Belitung : Forum DAS.

Rangka, NA. 2007. Status Usaha Kepiting Bakau Ditinjau dari Aspek Peluang dan Prospeknya. Neptunus, Vol. 14, No. 1 : 90 – 100.

Rattanachote, A. and Dangwatanakul, R. 1991. Mud crab (Scylla seratta) fattenning in SuratThani Province. The Surat Thani coastal aquaculture development centre, Kanchanadict. Surat Thani Province. Thailand.

Reksono B, Hamdani H, Yuniarti MS. 2012. Pengaruh Padat Penebaran Gracilaria sp. Terhadap Pertumbuhan dan kelangsungan Hidup Ikan Bandeng pada Budidaya Sistem Polikultur. Jurnal Perikanan dan kelautan, 3(3): 41-49.

Suparjo MN. 2008. Daya Dukung Lingkungan Perairan Tambak Desa Mororejo Kabupaten Kendal. Jurnal Saintek Perikanan 4 (1): 50-55.

Sulistiono et al. 2016. Pedoman Pemeriksaan/Identifikasi Jenis Ikan Dilarang Terbatas (Kepiting Bakau/Scylla spp.). Jakarta: Pusat Karantina dan Keamanan Hayati Ikan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Syahid M, A. Subhan dan R. Armando. 2006. Budidaya Bandeng Organik Secara Polikultur. Penebar Swadaya. Jakarta. 64 hlm

Tim Perikanan WWF-Indonesia. 2014. Budidaya Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Pada Tambak Ramah Lingkungan. Jakarta: WWF-Indonesia

Villarreal, H., A. Hernandez-Llamas and R. Hewitt. 2003. Effect of salinity, survival and oxygen consumption of juvenil brown shrimp, Farfantepenaeus californiensis (Holmes). Aqua. Res., 34: 187-193.

Article Metrics

Abstract view(s): 45 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 90 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.