Pengetahuan dan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar Serta Penanganan Tersedak Pada Siswa SMA

Edi Purnomo(1*), Akbar Nur(2), Zulhaini Sartika A. Pulungan(3), Andi Nasir(4),

(1) Poltekkes Kemenkes Mamuju
(2) STIKES Andini Persada
(3) Poltekkes Kemenkes Mamuju
(4) Poltekkes Kemenkes Mamuju
(*) Corresponding Author
DOI: https://doi.org/10.23917/bik.v14i1.13008

Abstract

Gawat darurat merupakan suatu kejadian yang terjadi secara mendadak sehingga megakibatkan seseorang memerlukan penanganan dan pertolongan secara cepat dan tepat. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan masyarakat awam dan tenaga medis dalam menangani kasus gawat darurat yaitu dengan memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Basic Life Support (BLS) yang merupakan suatu usaha mencegah terjadinya henti jantung dan henti napas. Tujuan: penelitian ini dilakukan guna untuk mengetahui pengaruh Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan tersedak terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa SMAN 3 Mamuju. Penelitian ini menggunakan  One-Group pre test-post test design guna untuk mengetahui pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan tersedak pada siswa SMAN 3 Mamuju. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 3 Mamuju dengan total responden sebanyak 35 siswa. Analisis data penelitian menggunakan SPSS dan uji hipotesis menggunakan Paired t-test. Hasil uji statistic dengan Paired t-test terdapat pengaruh signifikan sebelum dan setelah diberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan tersedak dengan nilai signifikansi p value=0,001  pengetahuan, keterampilan BHD P Value = 0,002 dan keterampilan penanganan tersedak P Value =0,001 dengan taraf signifikansi 0,05 (P<0,05). Kesimpulan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan tersedak efektif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan Bantuan Hidup Dasar dan keterampilan penanganan tersedak siswa SMAN 3 Mamuju sehingga diharapkan penanganan kasus gawat darurat yang dapat ditemui dilapangan dapat diatasi dengan cepat dan tepat.

Keywords

Pelatihan, Pengetahuan, Keterampilan BHD, Tersedak

Full Text:

PDF

References

Akbar Nur, Nur Amalia, Muhammad Jufri Badau, A. T. S. (2020) ‘Penyuluhan Penyakit Kusta dengan Tingkat Pengetahuan Keluarga Penderita Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Banggae II Kabupaten Majene’, Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 11(4), pp. 73–76.

American Heart Association (2015) FOKUS UTAMA Pembaruan Pedoman American Heart Association 2015 untuk CPR. Available at: https://www.coursehero.com/file/32283772/2015-AHA-Guidelines-Highlights-Indonesianpdf/ (Accessed: 27 August 2019).

Christie Lontoh, Maykel Kiling, D. W. (2013) ‘Pengaruh Pelatihan Teori bantuan Hidup Dasar terhadap Pengetahuan Resusitasi Jantung Paru’, Jurnal Keperawatan, 1.

Dwi Sumarningsih (2015) Pengaruh Edukasi Keluarga Tentang Pencegahan Tersedak Pada Anak Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Keluarga Dusun Ngebel RT 09 Tamantirto Kasihan Bantu. Yogyakarta.

Erna Dwi Wahyuni, Deni Yasmara, S. E. all (2018) ‘Pemberdayaan Masyarakat ( Guru Dan Orang Tua ) Tanggap Bahaya Tersedak Di KB-TK Khadijah Surabaya Community Empowerment ( Teachers and Parents ) to Respond Choking Hazard in KB- TK Khadijah Surabaya’, pp. 25–31.

Fajarwati, D. (2012) ‘Basic Life Support tim bantuan medis FK UII’, Di unduh dari http:// medicine. uii. ac. id/index. php/berita/Basic-Life-Support-Tim-Bantuan-Medis-FK-UII. html.

Frame, S. B. (2010) ‘PHTLS: basic and advanced prehospital trauma life support’, Missouri: Mosby.

Herawati, E. and Purwanti, O. S. (2018) ‘Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Efikasi Diri Penderita Tuberkulosis Paru’, 11(1), pp. 1–9.

Kalsum, U. and Nur, A. (2020) ‘Efektivitas Health Promotion terhadap upaya pencegahan kekambuhan dan kontrol asma’, Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 12(2).

Kemenkes RI (2017) Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi. Available at: http://www.depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html (Accessed: 15 August 2019).

LESTARI, C. (2014) ‘Pengaruh Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Pada Remaja Terhadap Tingkat Pengetahuan Menolong Korban Henti Jantung’. FKIK.

Meaney, P. A. et al. (2013) ‘Cardiopulmonary Resuscitation Quality: Improving Cardiac Resuscitation Outcomes Both Inside and Outside the Hospital’, Circulation, 128(4), pp. 417–435. doi: 10.1161/CIR.0b013e31829d8654.

Mommychi (2014) Pertolongan Pertama Anak Tersedak | Artikel | Mommychi. Available at: https://mommychi.co.id/id/ViewArticle/120/pertolongan-pertama-anaktersedak (Accessed: 14 August 2019).

Notoatmodjo, S. (2012) ‘Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta’, Prince, SA (2005). Patofisiologi: Konsep klinis proses-proses penyakit.

Nur, A. and Kep, S. (2017) Buku Saku Keperawatan dan Kebidanan. CELEBES MEDIA PERKASA.

Sanghavi, P. et al. (2015) ‘Outcomes of basic versus advanced life support for out-of-hospital medical emergencies’, Annals of internal medicine. Am Coll Physicians, 163(9), pp. 681–690.

Thygerson, A. (2009) ‘First Aid: Pertolongan Pertama Edisi Kelima’, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Vandeput, J. J., Tanner, J. C. and Boswick, J. (1997) ‘Implementation of parameters in the expansion ratio of mesh skin grafts.’, Plastic and reconstructive surgery, 100(3), pp. 653–656.

World Health Organisation (2015) ‘Risk Reduction and Emergency Peparedness’, WHO Document Production Services, Geneva, Switzerland, p. 20. Available at: http://www.who.int/hac/techguidance/preparedness/emergency_preparedness_eng.pdf.

Article Metrics

Abstract view(s): 3030 time(s)
PDF: 1904 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.