Pelatihan Berpikir Optimis untuk Meningkatkan Harga Diri pada Remaja di Panti Asuhan

Eka Marwati(1*), Nanik Prihartanti(2), Wisnu Sri Hertinjung(3),

(1) 
(2) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta
(3) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta
(*) Corresponding Author
DOI: https://doi.org/10.23917/indigenous.v1i1.1790

Abstract

Survei menunjukkan 46% remaja di panti asuhan mengarah pada ciri-ciri harga diri rendah. Perasaan dan keyakinan yang kurang menguntungkan menurut remaja di panti asuhan merupakan salah satu model persepsi umum individu untuk menginterpetasikan kejadian dalam hidupnya yang juga disebut dengan explanatory style. Seligman (1995) menyatakan bahwa explanatory style merupakan inti dari berpikir optimis, sehingga perubahan explanatory style dilakukan dengan memberikan latihan berpikir optimis model ABCDE. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pelatihan berpikir optimis untuk meningkatkan harga diri remaja di panti asuhan. Hipotesis yang diajukan adalah pelatihan berpikir optimis dapat meningkatkan harga diri remaja di panti asuhan. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen dengan rancangan pretest-posttes control group design. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon untuk pretest dan posttest kelompok eksperimen diperoleh kesimpulan bahwa pelatihan berpikir optimis sangat signifikan untuk meningkatkan harga diri remaja di panti asuhan.

Kata kunci: harga diri, pelatihan berpikir optimis, remaja panti asuhan

References

As’ad, M. (2003). Seri Ilmu Sumber Daya Manusia: Psikologi Industri. Yogyakarta: Liberty.

Borualogo, I.S. (2004). Hubungan antara Persepsi tentang Figur Attchment dengan Self Esteem Remaja Panti Asuhan Muhammadiyah. Jurnal Psikologi, 13, 29-49.

Cleghorn, P. (1996). The Secrets of Self Esteem. A New Approach for Everyone. Rockport, Massachusetts: Element Books, Inc.

Coopersmith, S. (1967). Antecedents Of Self Esteem. San Fransisco: W.H. Freeman and Company.

Ellis, Albert. (2006). Terapi REB Agar Hidup Bebas Derita. Jakarta: Mizan.

Friedman, H.S & Schustack, M.W. (2006). Kepribadian: Teori Klasik Dan Riset Modern. Jakarta: Erlangga.

Goleman. (2002). Emotional Intellegence. Mengapa Kecerdasan Emosi Lebih Penting daripada IQ. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hurlock, E.B. (1998). Perkembangan Anak. Alih Bahasa oleh Soedjarmo & Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga.

King, L.A. (2010). Psikologi Umum. Alih Bahasa oleh Brian Marwensdy. Jakarta: Salemba Humanika.

Papalia, D.E., Olds, S.W. & Feldman, R.D. (2003). Human Development. New York: McGraw-Hill.

Santrock, J.W. (2003). Adolescence Perkembangan Remaja. Alih Bahasa Shinto & Sherly. Jakarta: Erlangga.

________. (1995). The Optimistic Child. New York: Houghton Miflin Company.

________. (2008). Menginstal Optimisme. Bagaimana Cara Mengubah Pikiran dan Kehidupan Anda. Alih Bahasa oleh Budhy Yogapranata. Bandung: Momentum.

Seligman, M.E.P. (1995). The Optimistic Child. New York: Houghton Miflin Company.

_______. (2008). Menginstal Optimisme. Bagaimana Cara Mengubah Pikiran dan Kehidupan Anda. Alih Bahasa oleh Budhy Yogapranata. Bandung: Momentum.

Seniati, L.,Yulianto, A. & Setiadi, B.N. (2005). Psikologi Eksperimen. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Wexley, K.N & Yukl, G.A. (1992). Perilaku Organisasi dan Psikologi Personalia. Jakarta: Rineka Cipta.

Article Metrics

Abstract view(s): 3040 time(s)
PDF (Bahasa Indonesia): 4835 time(s)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.